Di desa ini terkenal dengan produksi kerupuk bawang yang lebih dikenal dengan kerupuk pos. Disebut kerupuk pos karena menurut sejarahnya kerupuk ini pertama kali diproduksi oleh seorang isteri pegawai pos yang kemudian menularkan ilmunya ke beberapa warga yang lain sehingga di Desa Susukan ini tersebar beberapa UKM kerupuk yang mampu bertahan hingga sekarang.
Gambaran Umum Desa
Desa susukan merupakan pusat pemerintahan Kecamatan Susukan. Jarak antara Desa Susukan dengan pusat pemerintahan kabupaten (Ungaran) sejauh 55km. Untuk dapat mencapai Desa Susukan, dapat melewati Sruwen (Tengaran), Klero (Tengaran), Tingkir (Salatiga) atau Penggung (Boyolali). Desa Susukan merupakan jalur alternatif dari Semarang menuju Sragen. Selain menggunakan kendaraan pribadi, untuk mencapai desa Susukan menggunakan angkutan umum berupa bus jurusan Sruwen - Karanggede yang beroprasi dari jam 04.00 hingga 18.30.
Jalan-jalan di Desa Susukan telah teraspal dan khusus akses ke Dusun Pamotan telah dibetonisasi. Semua ini merupakan hasil dari pendanaan yang diberikan PNPM Mandiri pada tahun 2011.
Perpasalahan utama yang muncul di Desa Susukan adalah belum adanya tempat pembuangan sampah akhir. Hal ini disebabkan karena kebanyakan masyarakat Desa Susukan memiliki lahan yang luas dan pemahaman yang rendah mengenai pengelolaan sampah. Sehingga selama ini sampah yang ada cenderung untuk dibakar atau dibuang di halaman rumah. Namun seiring dengan perkembangan zaman dan semakin tingginya jumlah penduduk jumlah sampah yang ada juga semakin banyak dan mulai menimbulkan masalah di Desa Susukan. Oleh karena itu, pada tahun 2012 ini Desa Susukan menggajukan proposal ke PNPM Mandiri untuk mendirikan tempat pembuangan sampah akhir serta pengelolaan sampah tersebut.
Wilayah
Desa Susukan merupakan salah satu dari 13 desa yang terdapat pada Kecamatan Susukan. Desa Susukan merupakan pusat pemerintahan Kecamatan Susukan.
Batas wilayah Desa susukan yaitu
Utara: Desa Sidoharjo
Timur: Desa Ketapang
Selatan: Desa Timpik
Barat:Desa Duren (Kecamatan Tengaran) dan Desa Kenteng
Desa susukan terdiri dari 4 Dusun yang terbagi lagi menjadi 7 RW. Dusun - dusun tersebut antara lain Dusun Pamotan, Dusun Susukan, Dusun Deresan, dan Dusun Ketanggen.
Sejak tahun 2007, Desa Susukan dipimpin oleh Kepala Desa bernama H.M.Zamhari. Masa jabatan kepala desa selama 6 tahun dan akan berakhir pada tahun 2013.
Kependudukan
Jumlah penduduk di Desa Susukan ± 3278 yang terdiri dari 1647 penduduk laki-laki dan 1613 penduduk perempuan. Penduduk memiliki tingkat kelahiran rata-rata 2 bayi per bulan. Secara keseluruhan Desa Susukan memiliki 876 KK. Wilayah Dusun terpadat adalah Dusun Susukan dengan jumlah 400 KK. Sedangkan Dusun Deresan terdiri dari 294 KK, Dusun Ketanggen 116 KK dan Dusun Pamotan dengan 66 KK yang merupakan dusun dengan jumlah penduduk terkecil.
No
Kelompok Umur
Laki-Laki
Perempuan
Jumlah
1
0<1
46
34
80
2
1-5
105
125
230
3
5-10
121
124
245
4
11-15
129
136
265
5
16-20
164
173
337
6
21-25
149
157
306
7
26-30
139
118
257
8
31-40
142
153
295
9
41-50
146
161
307
10
51-60
193
188
381
11
60 keatas
297
278
557
Jumlah
1631
1647
3678
Potensi Ekonomi
Mata pencaharian utama penduduk Susukan antara lain:
No
Jenis Pekerjaan
Jumlah
1
Buruh Bangunan
298
2
Buruh Tani
250
3
Pegawai Swasta
233
4
Buruh Industri
217
5
PNS
199
6
Pengusaha
175
7
petani
173
8
Peternak
37
9
TNI/Polri
10
Jumlah
1592
Di Desa Susukan terdapat beberapa usaha kecil dan menengah (UKM) diantaranya
Industri Kerupuk Pos (Kerupuk Bawang) yang pemasarannya telah sampai ke beberapa wilayah di Indonesia. Jumlah produksinya bisa mencapai 1 kwintal per UKM perharinya. Proses produksi kerupuk ini masih dengan cara tradisional sehingga sering mengalami kendala pada saat musim penghujan.
Budi daya pemijahan ikan lele yang berada di Dusun Ketanggen. Kelompok budidaya ikan lele ini dikenal dengan nama Ulam Sari yang telah berdiri sejak tahun 2009. Kegiatan rutin yang dilakukan oleh Kelompok budidaya ikan lele ini adalah pengembangan modal melalui simpan pinjam yang dananya diperoleh dari prakoprasi.
Usaha telur asin berada di Dusun Susukan. UKM telur asin ini dimiliki oleh Bapak Wardaya. Sampai saat ini jumlah produksi telur asinnya mampu mencapai 90.000/minggu dan telah memiliki lisensi kualitas eksport.
Usaha kripik tempe yang terletak di Dusun Susukan.
Usaha pembuatan baju bayi, seprai maupun bedcover terletak di Dusun Deresan.
Untuk Peternakan, di Desa Susukan memang tidak ada usaha peternakan besar. Hanya beberapa warga terutama di Dusun Deresan memiliki hewan ternak. Hewan ternak itu antara lain ayam, bebek, kambing, sapi dan kerbau yang jumlah rata - ratanya 3-5 ekor.
Olahraga dan prestasinya
Desa Susukan memiliki Perkumpulan Olahraga yang dinamakan Jaga Satru Susukan atau disingkat JAGSAS. Dulunya JAGSAS dikenal dengan olahraga bola voli nya. Sudah meraih prestasi sampai tingkat Provinsi. Sedang akhir-akhir ini kegiatan olahraga yang paling berkembang adalah sepak bolanya. Walau lapangan sepak bola tidak bisa digunakan karena tidak layak dan perlu pembenahan, tetapi para pegiat Sepak bola di Susukan tetap eksis dan tak terpengaruh dengan ketiadaan lapangan. Olahraga yang juga berkembang adalah tenis Meja dan bulu tangkis.
Kekayaan alam dan potensi wisata
Potensi kekayaan alam di Susukan adalah pertanian sawah, perkebunan dan perikanan. Sedang potensi wisata adalah adanya banyak mata air yang belum digarap secara maksimal (Kali Jambu, Sepakel, dll). Ada juga perbukitan Jaga Satru sebagai trademark alam Susukan.
Pendidikan
Sekolah-sekolah yang ada di wilayah desa Susukan meliputi