Surau Baitul Jalil atau dulu bernama Surau Balingka adalah sebuah masjid yang terletak di pusat Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Indonesia. Masjid ini diresmikan pada 17 Agustus 2004 dan memiliki kapasitas 250 orang jamaah. Berada di salah satu sisi Janjang 40, tata letak bangunannya sebagian besar disesuaikan dengan kontur yang ada.[1]
Jalil merujuk pada nama keluarga pegadang asal Balingka yang memiliki lahan dan membangun surau ini. Pemilik tanahnya yakni Abdul Djalil dan Kamhar. Dari lahan eksisting yang semula 190 m², pihak keluarga membeli lahan tambahan sehingga menjadi 684 m². Pembangunan surau digagas oleh Sjahrial Djalil yang merupakan anak kedelapan.[2]
Surau Baitul Jalil mulai dibangun pada 20 Juni 2003 dan tuntas setahun setelahnya dengan menghabiskan dana biaya Rp3,5 miliar.[2] Arsitekturnya dirancang oleh Ir. Timmy Setiawan yang merupakan mualaf keturunan Tionghoa. Ruang salat berada di tanah eksisting berdenah 11 x 11 meter.[3] Terdapat pula bangunan penunjang yang berfungsi sebagai ruang sebaguna. Biaya operasional berasal dari sumbangan keluarga yang sebagain besar menetap di Jakarta.[2]
Pada tahun 2011, masjid ini menerima penghargaan dari Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) dalam IAI Awards 2011 untuk kategori Bangunan Umum Publik.[4] Mengusung tema "Arsitektur Berbagi", penghargaan ini diberikan kepada karya-karya arsitek Indonesia terbaik dalam konsep berbagi untuk sesama dan berbagi kepada Bumi.[5]