BES merupakan bursa efek swasta pertama di Indonesia, yang didirikan pada tanggal 16 Juni1989 berdasarkan SK Menteri Keuangan Nomor 645/KMK.010/1989, oleh Menteri Keuangan waktu itu JB Sumarlin. Pendirian BES dimaksudkan untuk mendukung perkembangan ekonomi wilayah Indonesia bagian timur, dengan mengembangkan industri pasar modal di Kota Surabaya di provinsi Jawa Timur.
Pada tahun 1995, BES merger dengan Indonesian Parallel Stock Exchange (IPSX), sehingga sejak itu Indonesia hanya memiliki dua bursa efek: BES dan BEJ.
Pada tahun 2007 BES melakukan merger dengan melebur ke dalam Bursa Efek Jakarta yang selanjutnya berganti nama menjadi Bursa Efek Indonesia. Penggabungan ini menjadikan Indonesia hanya memiliki satu pasar modal.[3]
Produk
Produk BES meliputi saham, obligasi (baik swasta maupun pemerintah), serta reksadana (LQ45 futures, Dow Futures, dan Japan Futures). Sedangkan layanan BES antara lain:
FATS (Futures Automated Trading System), yakni sistem perdagangan jarak jauh untuk Pasar Reksadana
OTC-FIS (Over The Counter - Fixed Income Service), yakni instrumen perdagangan untuk fixed income
SSX-Net (Surabaya Stock Exchange Net), adalah sistem informasi berbasis Internet BES untuk mendukung transparansi pasar modal.
IGSYC (Indonesian Government Securities Yield Curve), adalah indikator berbasis analisis statistik untuk memprediksi kejadian ekonomi masa depan.