Terdapat sebuah Bendungan Benteng untuk mensuplai daerah irigasi seluas 94.222 ha dan PLTA Bakaru (2×64 MW) pada hilir sungai Mamasa. Potensi air tanah yang ada sekitar 1.354 juta m3/Tahun.[6][7]
Sejumlah anak sungai yang bermuara ke sungai Saddang antara lain:
Dalam pengelolaan daerah aliran sungai, DAS Saddang termasuk ke dalam wilayah kerja BPDAS Jeneberang-Saddang yang merupakan unit pelaksana teknis pada Ditjen PDASHL dibawah Kementerian Lingkungan Hidup.[1] Sedangkan dalam kaitannya dengan pengelolaan sumber daya air, DAS Saddang merupakan bagian dari satuan wilayah sungai (WS) Saddang beserta DAS lain di dalamnya dibawah otoritas BBWS Pompengan.[2]
Geografi
Sungai ini mengalir di sepanjang wilayah barat daya pulau Sulawesi yang beriklim hutan hujan tropis (kode: Af menurut klasifikasi iklim Köppen-Geiger).[8] Suhu rata-rata setahun sekitar 23°C. Bulan terpanas adalah Oktober, dengan suhu rata-rata 26°C, and terdingin Juni, sekitar 22°C.[9] Curah hujan rata-rata tahunan adalah 2500mm. Bulan dengan curah hujan tertinggi adalah Mei, dengan rata-rata 387mm, dan yang terendah September, rata-rata 68mm.[10]