Sulfadoksin/pirimetamin adalah obat kombinasi yang digunakan untuk mengobati malaria.[1][2] Obat ini mengandung sulfadoksin (suatu sulfonamida) dan pirimetamin (suatu antiprotozoa). Untuk pengobatan malaria, obat ini biasanya digunakan bersama dengan obat antimalaria lain seperti artesunat.[3] Di wilayah Afrika dengan tingkat malaria sedang hingga tinggi, tiga dosis dianjurkan selama trimester kedua dan ketiga kehamilan.[4]
Sulfadoksin/primetamin awalnya disetujui untuk penggunaan medis di Amerika Serikat pada tahun 1981.[1] Obat ini ada dalam Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia.[5] Obat ini tidak tersedia secara komersial di Amerika Serikat.[1]
Kegunaan medis
Malaria
Obat ini disetujui di Amerika Serikat sebagai pengobatan dan tindakan pencegahan terhadap malaria.[6] Kombinasi ini dianggap lebih efektif dalam mengobati malaria yang disebabkan oleh Plasmodium falciparum dibandingkan malaria yang disebabkan oleh Plasmodium vivax, yang mana klorokuin dianggap lebih efektif, meskipun jika tidak ada diagnosis spesifik spesies, kombinasi sulfadoksin-pirimetamin dapat diindikasikan.[7] Namun, karena efek sampingnya, obat ini tidak lagi direkomendasikan sebagai pencegahan rutin,[8] tetapi hanya untuk mengobati infeksi malaria serius atau untuk mencegahnya di daerah di mana obat lain mungkin tidak efektif.[9] Namun, obat ini direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk penggunaan pencegahan musiman pada anak-anak bila dikombinasikan dengan amodiakuin.[10]
Sulfadoksin adalah antibiotik sulfonamida yang bersaing dengan asam p-aminobenzoat dalam biosintesis asam folat. Pirimetamin berfungsi sebagai penghambat selektif reduktase dihidrofolat protozoa, sehingga mencegah sintesis tetrahidrofolat, bentuk aktif folat. Sinergi yang hebat terjadi antara kedua obat tersebut karena penghambatan mereka terhadap dua langkah berbeda dalam biosintesis tetrahidrofolat.[6]
↑World Health Organization (2019). World Health Organization model list of essential medicines: 21st list 2019. Geneva: World Health Organization. hdl:10665/325771. WHO/MVP/EMP/IAU/2019.06. License: CC BY-NC-SA 3.0 IGO.
↑Foot AB, Garin YJ, Ribaud P, Devergie A, Derouin F, Gluckman E (August 1994). "Prophylaxis of toxoplasmosis infection with pyrimethamine/sulfadoxine (Fansidar) in bone marrow transplant recipients". Bone Marrow Transplantation. 14 (2): 241–245. PMID7994239.
↑Bessesen MT, Miller LA, Cohn DL, Bartlett S, Ellison RT (March 1995). "Administration of pyrimethamine/sulfadoxine for prevention of Pneumocystis carinii pneumonia in patients with AIDS". Clinical Infectious Diseases. 20 (3): 730–731. doi:10.1093/clinids/20.3.730. PMID7756514.
↑Michalová K, Ríhová E, Havlíková M (July 1996). "[Fansidar in the treatment of toxoplasmosis]". Ceska a Slovenska Oftalmologie (dalam bahasa Ceko). 52 (3): 173–178. PMID8768475.
↑Schürmann D, Bergmann F, Albrecht H, Padberg J, Grünewald T, Behnsch M, Grobusch M, Vallée M, Wünsche T, Ruf B, Suttorp N (January 2001). "Twice-weekly pyrimethamine-sulfadoxine effectively prevents Pneumocystis carinii pneumonia relapse and toxoplasmic encephalitis in patients with AIDS". The Journal of Infection. 42 (1): 8–15. doi:10.1053/jinf.2000.0772. PMID11243747.