Peta distribusi suku terdaftar di India menurut negara bagian dan wilayah persatuan menurut Sensus 2011. Mizoram dan Lakshadweep memiliki persentase penduduk tertinggi sebagai ST (~95%), sementara Punjab, Haryana, Delhi, dan Chandigarh memiliki 0%.[1]
Kasta Terdaftar[2]dan Suku Terdaftar, (bahasa Inggris:Scheduled Castes and Scheduled Tribescode: en is deprecated , disingkat SC dan ST), adalah kelompok masyarakat yang secara resmi ditetapkan dan termasuk salah satu kelompok sosial-ekonomi yang paling tertinggal di India.[3] Istilah ini diakui dalam Konstitusi India dan kelompok-kelompok tersebut dikategorikan dalam salah satu dari kategori tersebut. Selama sebagian besar masa pemerintahan Britania Raya di anak benua India, mereka dikenal sebagai Kelas Tertekan.[4]
Dalam literatur modern, banyak kasta yang termasuk dalam kategori Kasta Terdaftar sering disebut sebagai Dalit, yang berarti "terpecah" atau "terhancurkan".[5][6] Istilah ini dipopulerkan oleh tokoh Dalit, B. R. Ambedkar, selama perjuangan kemerdekaan India.[5] Ambedkar lebih menyukai istilah Dalit dibanding istilah Harijan ("umat Hari" atau "Manusia Tuhan") yang diperkenalkan oleh Gandhi.[5]
Demikian pula, Suku Terdaftar sering disebut sebagai Adivasi (penduduk asli), Vanvasi (penghuni hutan), dan Vanyajati (kaum rimba). Namun, Pemerintah India menghindari penggunaan istilah-istilah ini karena konotasi kontroversial yang dibawanya. Misalnya, Dalit yang secara harfiah berarti "tertindas", secara historis dikaitkan dengan ketidakmurnian dan membawa implikasi konsep "tidak tersentuh". Sementara itu, Adivasi yang berarti "penghuni asli", menyiratkan perbedaan antara penduduk asli dan pendatang, serta memperkuat stereotip antara masyarakat beradab dan tidak beradab.[7]
Oleh karena itu, istilah resmi yang diakui dalam konstitusi, yaitu Kasta Terdaftar (Anusuchit Jati) dan Suku Terdaftar (Anusuchit Janjati), lebih disukai dalam penggunaan resmi karena istilah-istilah ini dimaksudkan untuk mengatasi hambatan sosial-ekonomi, bukan memperkuat stigma sosial.[8][9] Pada September 2018, pemerintah India mengeluarkan imbauan kepada seluruh saluran televisi satelit swasta agar tidak menggunakan istilah 'Dalit' yang dianggap merendahkan, meskipun sejumlah kelompok hak asasi manusia menolak perubahan istilah tersebut dalam penggunaan umum.[10]
Kasta Terdaftar dan Suku Terdaftar mencakup sekitar 16,6% dan 8,6% dari total populasi India menurut sensus tahun 2011.[11][12]The Constitution (Scheduled Castes) Order, 1950 mencantumkan 1.108 kasta di 28 negara bagian dalam Terdaftar Pertama,[13] dan The Constitution (Scheduled Tribes) Order, 1950 mencantumkan 744 suku di 22 negara bagian.[14]
Sejak kemerdekaan India, kelompok Kasta Terdaftar dan Suku Terdaftar diberikan status reservasi, yang menjamin representasi politik, prioritas dalam promosi kerja, kuota di universitas, pendidikan gratis dan bersubsidi, beasiswa, layanan perbankan, berbagai program pemerintah, serta perlindungan konstitusional melalui prinsip-prinsip diskriminasi positif bagi SC dan ST.[15][16]:35,137
↑Union minister: Stick to SC, avoid the term 'Dalit'Diarsipkan 22 October 2018 di Wayback Machine. "Union social justice minister Thawarchand Gehlot said media should stick to the constitutional term "Scheduled Castes" while referring to Dalits as there are objections to the term to the term "Dalit" – backing the government order which has significant sections of scheduled caste civil society up in arms." Times of India 5 September 2018.