Artikel ini perlu diwikifikasi agar memenuhi standar kualitas Wikipedia. Anda dapat memberikan bantuan berupa penambahan pranala dalam, atau dengan merapikan tata letak dari artikel ini.
Untuk keterangan lebih lanjut, klik [tampil] di bagian kanan.
Tambahkan pranala wiki. Bila dirasa perlu, buatlah pautan ke artikel wiki lainnya dengan cara menambahkan "[[" dan "]]" pada kata yang bersangkutan (lihat WP:LINK untuk keterangan lebih lanjut). Mohon jangan memasang pranala pada kata yang sudah diketahui secara umum oleh para pembaca, seperti profesi, istilah geografi umum, dan perkakas sehari-hari.
Sunting bagian pembuka. Buat atau kembangkan bagian pembuka dari artikel ini.
Tambahkan kotak info bila jenis artikel memungkinkan.
Hapus tag/templat ini.
Suku Merpas, adalah salah satu suku yang berada di bawah adat Lampung, yang bermukim di Merpas. Merpas adalah desa di kecamatan Nasal kabupaten Kaur provinsi Bengkulu Indonesia.
Suku Merpas walaupun bermukim di wilayah provinsi Bengkulu, tetapi secara kultural dan adat, mereka lebih berkerabat dengan masyarakat di provinsi Lampung. Adat istiadat yang dijalankan oleh masyarakat suku Merpas adalah termasuk bagian dari adat Lampung. Selain itu Merpas adalah termasuk salah satu dari marga yang ada di Lampung.
Menurut penuturan masyarakat Merpas sendiri, dahulunya mereka memang berasal dari wilayah Lampung. Pada pertengahan abad 17, mereka telah bermigrasi ke wilayah Bengkulu tempat mereka sekarang ini. Wilayah pemukiman suku Merpas ini mereka hidup berdampingan dengan suku lain seperti suku Kaur yang asli penduduk Bengkulu. Walaupun secara kultural dan adat, suku Merpas ini masih berkerabat dengan suku-suku di Lampung, tetapi kebanyakan dari mereka sudah menganggap diri mereka adalah bagian dari masyarakat Bengkulu. Selain itu di antara mereka telah banyak terjadi perkawinan campur dengan suku-suku lain, yang terdapat di wilayah Bengkulu, termasuk dengan para pendatang yang juga bermukim di wilayah tersebut.
Suku Merpas sendiri berbicara dalam bahasa Merpas, yang mirip dengan bahasa Lampung, tetapi mendapat pengaruh dari bahasa-bahasa di Bengkulu, termasuk mendapat pengaruh dari bahasa Melayu Pesisir..
Masyarakat Merpas, bertahan hidup pada bidang pertanian. Beberapa bergerak pada pertanian padi sawah, maupun ladang. Mereka juga menanam berbagai jenis sayur-sayuran dan buah-buahan, termasuk tanaman keras seperti karet dan kopi.
Artikel bertopik budaya ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.