Suku Makah menyebut diri mereka Kwih-dich-chuh-ahtx (Qʷidiččaʔa·tx̌), yang dapat diterjemahkan secara harfiah menjadi "orang yang hidup dengan batu dan burung camar".[1][2]
Sejarah
Menurut penelitian arkeologi, suku Makah telah menghuni wilayah Neah Bay selama lebih dari 3.800 tahun. Suku Makah kuno tinggal di rumah panjang besar yang terbuat dari pohon Thuja plicata di desa-desa. Sumber makanan utama mereka berasal dari laut, seperti paus, anjing laut, ikan dan kerang. Mereka juga berburu rusa dan beruang di hutan, sementara perempuan Makah mengumpulkan berbagai jenis kacang, buah dan tumbuhan dan akar yang dapat dimakan.
Bahasa Makah adalah bahasa yang dituturkan oleh orang Makah. Bahasa ini tidak lagi dituturkan sebagai bahasa ibu semenjak tahun 2002 setelah penutur asli terakhirnya meninggal dunia. Namun, bahasa ini masih bertahan sebagai bahasa kedua. Anggota suku Makah mencoba memulihkan bahasa ini dan telah mendirikan kelas-kelas untuk anak-anak yang belum masuk sekolah.[3][4]
Catatan kaki
12Renker, Ann M., and Gunther, Erna (1990). "Makah". In "Northwest Coast", ed. Wayne Suttles. Vol. 7 of Handbook of North American Indians, ed. William C. Sturtevant. Washington, D.C.: Smithsonian Institution, hlm. 429