Artikel ini perlu dikembangkan agar dapat memenuhi kriteria sebagai entri Wikipedia. Bantulah untuk mengembangkan artikel ini. Jika tidak dikembangkan, artikel ini akan dihapus.
Orang Makki "Litak To Makki" (tanah orang Makki) adalah salah satu rumpun masyarakat yang cukup tua dan berdaulat walaupun tinggal di pengunungan yang masih serumpun dengan orang Toraja, Mamasa, Mandar, Seko, Rongkong.[4]
Suku Kalumpang merupakan salah satu dari dua situs Neolitik tertua di Indonesia yang menyimpan sejarah panjang peradaban Austronesia yang menjadi cikal bakal bagi sebagian besar nenek moyang sebagian besar masyarakat Indonesia.[5] Bukti-bukti arkeologis di situs ini menunjukkan hunian masyarakat Austronesia yang telah lama bermukim dan mengembangkan kebudayaan mereka. Lebih dari sekadar situs purbakala, Suku Kalumpang hingga kini masih menjaga dan melestarikan warisan leluhur mereka, salah satunya adalah tradisi menenun ikat tradisional yang dikenal sebagai "sekomandi." Tenun ikat sekomandi bukan hanya sekadar kain, melainkan cerminan identitas dan kebanggaan Suku Kalumpang, yang diwariskan turun-temurun melalui teknik dan motif-motif unik yang sarat makna.[6] Keunikan budaya suju Kalumpang juga tecermin dalam baju adat mereka, yaitu "bei," sebuah pakaian tradisional yang kaya akan simbolisme dan nilai estetika. "Bei" bukan hanya sekadar busana, tetapi juga representasi dari sejarah, kepercayaan, dan nilai-nilai luhur yang dipegang teguh oleh masyarakat Kalumpang. Melalui pelestarian tenun ikat sekomandi dan baju adat bei, suku kalumpang berhasil menjaga keberlangsungan budaya leluhur mereka, sekaligus memperkaya khazanah budaya di Indonesia. Keberadaan Suku Kalumpang dan warisan budayanya menjadi bukti nyata kekayaan dan keberagaman budaya di indonesia yang patut dihargai dan dilindungi .[7]
↑Hidayah, Zulyani (April 2015). Ensiklopedi Suku Bangsa di Indonesia. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia. hlm.112. ISBN978-979-461-929-2. Pemeliharaan CS1: Tahun (link)