Sukorejo adalah desa wisata berbasis seni dan budaya di Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Nama desa ini berasal dari dua bahasa. Dalam bahasa Jawa, nama ini ditulis sebagai bahasa Jawa:ꦱꦸꦏꦉꦗcode: jv is deprecated (Sukareja) yang berarti "tempat yang makmur dan ramai". Sementara itu, dalam bahasa Sanskerta, nama ini ditulis sebagai Sanskerta: सुखराजcode: sa is deprecated (Sukharāja) yang bermakna "kebahagiaan dan kemakmuran". Desa ini dikenal juga dengan sebutan Kampung Jawa Sukorejo (KJS), yang menampilkan kehidupan masyarakat pedesaan serta berbagai seni dan tradisi lokal.
Sejarah
Nama Sukorejo berasal dari gabungan kata Suko (suka atau senang) dan Rejo (ramai). Menurut sejarah lisan, nama ini disematkan karena dahulu wilayah ini menjadi pusat berkumpulnya para pemuda dari berbagai daerah untuk berlatih kesenian dan ilmu kanuragan.
Upaya pengembangan desa secara modern dimulai ketika Desa Sukorejo difasilitasi menjadi Desa Budaya oleh Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga, serta Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Tuban pada 20 Maret 2020.[1] Dukungan diperkuat pada 22 November 2023 oleh Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, yang mendorong pengembangan desa wisata berbasis semangat OVOP (One Village One Product).[2]
Puncaknya, Desa Sukorejo diresmikan sebagai Desa Wisata Budaya pertama di Kabupaten Tuban pada 9 Desember 2024. Peresmian ini ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Kepala Disbudporapar Tuban dan dimeriahkan oleh pertunjukan seni seperti sandur, karawitan, reog, dan pencak silat.[3][4]
Demografi
Menurut profil Kampung KB Sukorejo (2023), desa ini memiliki 4.568 jiwa yang tersebar di 873 kepala keluarga, terdiri dari 1.904 laki-laki dan 2.067 perempuan.[5] Berdasarkan data BPSKecamatan Parengan Dalam Angka 2018, Desa Sukorejo memiliki luas 8,64km².[6] Dengan data penduduk tahun 2023, kepadatan penduduk desa ini mencapai sekitar 529 jiwa/km².
Pembagian Administratif
Secara administratif, Desa Sukorejo terbagi menjadi 4 Dusun:
Festival Seni Sukorejo (FSS) adalah acara tahunan unggulan yang menjadi ikon desa. Selain menjadi panggung utama bagi kesenian rakyat, festival ini juga terbukti berhasil mendongkrak perekonomian warga melalui partisipasi puluhan pelaku UMKM lokal.[9]
FSS Perdana (2018): Digelar dengan tema Merangkai Tradisi Menembus Globalisasi, menampilkan kesenian lokal seperti Wayang Kulit dan Kentrung selama lima hari.[10][11]
FSS ke-2 (2019): Diselenggarakan pada 25–29 September 2019, dimeriahkan dengan pawai 1.001 tumpeng, kirab pusaka, serta pertunjukan seni seperti Wayang Krucil dan Tongklek.[12]
FSS ke-3 (2020): Mengusung tema Tamba Teka Lara Lunga (Obat Datang, Sakit Pergi), festival ini digelar secara virtual dari Sanggar Seni Ngripto Raras akibat pandemi COVID-19 dan disiarkan melalui kanal YouTube.[13]
FSS ke-4 (2022): Mengusung tema Gumregah Ngreksa Kabudayan Nuswantara, diikuti oleh 200 penari jaranan, pawai antar desa, pagelaran seni, dan bazar UMKM.[14]
FSS ke-5 (2023): Dimeriahkan oleh pawai karnaval budaya yang diikuti ratusan peserta dari 18 RT serta lembaga pendidikan (SD, MI, TK).[15][16]
FSS ke-6 (2024): Digelar pada 20–22 September 2024 oleh Pokdarwis, menampilkan kesenian seperti Jaranan Dor dan Tongklek.[9][17]
FSS ke-7 (2025): Telah berlangsung pada 18–20 September 2025 di Taman Budaya Sukorejo dengan tema Warga Sukorejo Berkarya: Satu Desa Seribu Karya, Satu Karya Berjuta Makna.[18][19]
Kesenian & Tradisi
Sanggar Seni
Kehidupan seni di Sukorejo ditopang oleh sanggar-sanggar seni, salah satunya adalah Sanggar Seni Ngripto Raras. Sanggar ini menjadi pusat regenerasi pelaku seni dan pelestarian tradisi karawitan. Keberadaan sanggar pedalangan di desa ini juga disebut sebagai satu-satunya yang ada di Kabupaten Tuban.[4][20]
Tradisi Manganan
Tradisi syukuran dan sedekah bumi yang dikenal sebagai Manganan masih terus dilestarikan oleh warga sebagai wujud syukur dan sebagai bagian dari kearifan lokal.[21]
Berikut jadwal tradisi Manganan di Desa Sukorejo:
No.
Hari
Lokasi
1
Kamis Pahing
Punden Gradangan
2
Jum'at Pon
Punden Kramat & Makam Gobak
3
Senin Legi
Punden Kaliwatu
4
Kamis Wage
Punden Sumberan
5
Jum'at Kliwon
Makam Jalak & Cilik
6
Senin Pon
Makam Katul
Program Kemasyarakatan
Selain sebagai desa budaya, Sukorejo juga berstatus sebagai Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) binaan BKKBN. Program ini berfokus pada peningkatan kualitas hidup keluarga melalui kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.[5]
Kunjungan wisata seni dan budaya di Kampung Jawa Sukorejo, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Dalam kegiatan ini, wisatawan dari Duta Wisata dan Duta Tari Disbudporapar Kabupaten Tuban belajar berbagai kesenian khas, mulai dari karawitan, pencak dor, hingga tari tradisional. Menariknya, usai belajar para duta langsung praktik di Festival Seni Sukorejo, sehingga pengalaman terasa lebih hidup, nyata, dan berkesan. Kunjungan ini berlangsung pada Sabtu, 20 September 2025.