Sukoanyar merupakan salah satu desa diwilayah hukum Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto yang letak geografisnya berada di tengah-tengah antara Sungai Sadar dan Sungai Brantas, Desa Sukoanyar terbagi atas 2 dusun yaitu Dusun Toyorono dan Dusun Sukoanyar.
Desa Sukoanyar memiliki history yang sangat panjang, pada era jaman penjajahan Belanda Desa Sukoanyar masih menjadi satu kesatuan dengan Desa Tanjangrono Kec. Ngoro Kab. Mojokerto, pada tahun 1939 Desa Sukoanyar berdiri sendiri dengan nama Sukoanyar yang dipimpin oleh Demang, dan selanjutnya karena perkembangan zaman Desa Sukoanyar pada tahun 1979 dipimpin oleh Kepala Desa dan mempunyai masa jabatan terbatas.
Nama Desa Sukoanyar bermula dari pohon Suko yang berjajar di tepi Sungai Brantas, yang muncul tumbuh secara bersamaan pada tahun 1939, entah dari mana nama Anyar tersebut berasal, mungkin dari perbaruan desa maka desa ini dinamakan Desa Sukoanyar.
Pada jaman dahulu sampai dengan sekarang Desa Sukoanyar mempunyai tradisi turun gunung (kerja bakti) untuk membersihkan lingkungan masing-masing, dan Ruwah Desa (Sedekah Bumi) yang diadakan pada bulan Ruwah pada kalender Jawa.