Artikel ini berisi tentang stimulus dalam bidang fisiologi. Untuk bidang lainnya, lihat Stimulus.
Cahaya dari lampu (1.) berfungsi sebagai perubahan yang dapat dideteksi dalam lingkungan tumbuhan. Akibatnya, tumbuhan menunjukkan reaksi fototropisme—pertumbuhan terarah (2.) menuju sumber cahaya tersebut.
Ketika sebuah rangsangan terdeteksi oleh reseptor sensorik, hal itu dapat menimbulkan reaksi refleks melalui proses transduksi rangsangan. Rangsangan internal sering kali menjadi komponen awal dari suatu sistem pengendalian homeostasis. Sementara itu, rangsangan eksternal mampu memicu respons sistemik di seluruh tubuh, seperti pada reaksi lawan-atau-lari.
Agar suatu rangsangan dapat terdeteksi dengan kemungkinan tinggi, tingkat kekuatannya harus melampaui ambang mutlak; apabila sinyal mencapai ambang ini, informasi akan diteruskan ke sistem saraf pusat (SSP), tempat sinyal tersebut diolah dan keputusan mengenai cara bereaksi diambil. Meskipun rangsangan umumnya memicu respons tubuh, keputusan akhir apakah sinyal tersebut menimbulkan reaksi atau tidak ditentukan oleh SSP itu sendiri.