Seekor gajah menunjukkan perilaku stereotipi dengan bergoyang-goyang dan mengayun-ayunkan belalainya.
Dalam ilmu etologi, istilah perilaku stereotipi memiliki beberapa pengertian, sehingga memicu kerancuan pada literatur-literatur ilmiah.[1] Stereotipi adalah istilah yang mengacu kepada sejumlah perilaku fenotipik yang bersifat repetitif, identik secara morfologis, dan tidak memiliki tujuan atau maksud yang jelas.[2] Perilaku tersebut telah digambarkan sebagai perilaku "abnormal", karena hanya muncul pada hewan yang berada di lingkungan yang terkungkung atau terbatas, diberi makan secara terjadwal atau terbatas, tidak memperoleh stimulus sosial sama sekali, atau dalam keadaan-keadaan frustrasi lainnya,[3] tetapi tidak muncul pada hewan "normal" di habitat alami mereka.[4] Perilaku-perilaku ini dapat bersifat maladaptif dengan melukai diri sendiri atau mengurangi kesuksesan reproduksi, dan pada hewan laboratorium dapat mengacaukan penelitian perilaku.[5] Perilaku stereotipi diduga dipicu oleh lingkungan buatan yang tidak memenuhi kebutuhan perilaku mereka.
Terdapat usulan untuk mendeskripsikan stereotipi sebagai "perilaku yang mengindikasikan lingkungan yang abnormal" daripada menganggap perilaku itu sendiri sebagai perilaku yang abnormal.[6]
↑Garner JP, Mason GJ.Evidence for a relationship between cage stereotypies and behavioural disinhibition in laboratory rodents.Behav Brain Res.2002;136(1):83–92.doi:10.1016/S0166-4328(02)00111-0.PMID 12385793.