Lua error in Modul:Mapframe at line 382: Unable to get latitude from input '<span style="font-size:100%" class="error"><span style="font-size:100%" class="error"><span style="font-size:100%" class="error">{{WikidataCoord}} – missing coordinate data</span> – missing coordinate data</span> – missing coordinate data</span>'..
Stasiun beserta jalur kereta apinya dibuka pada tanggal 1 Mei 1897 dan diteruskan ke arah Ciledug pada tanggal 8 Juli 1897. Stasiun ini dahulu merupakan bagian dari jalur trem lama Semarang–Cheribon Stoomtram Maatschappij sebelum akhirnya digantikan dengan jalur kereta api baru segmen Waruduwur–Babakan–Bedilan yang dibuka pada tanggal 1 Mei 1915.[3] Pada saat jalur kereta api baru SCS beroperasi, jalur ini tetap beroperasi sebagai jalur untuk angkutan tebu Pabrik Gula Sindanglaut, Jatipiring, Luwunggajah, Sigong, Tersana, Waled, dan Blender hingga akhirnya dibongkar pekerja romusa Jepang untuk kepentingan perang.[2]
Saat ini bangunan Stasiun Sindanglaut SCS masih ada dan berubah menjadi rumah penduduk. Ciri-ciri stasiun SCS pun masih dikenali, seperti bentukan jendela. Namun plesteran dan acian di tembok tersebut sudah banyak yang mengelupas.
Perlu diketahui bahwasanya stasiun ini berbeda dengan Stasiun Sindanglaut SS yang sampai saat ini masih aktif.
Referensi
↑Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero).
12Laksana, A.D.; Wijokangko, G.R.; Hartono, T.; Suprayitno, D. (2016). Susur Jejak Kereta Api Cirebonan(PDF) (Report). Kereta Anak Bangsa. Diakses tanggal 2020-05-04.
↑Semarang–Cheribon Stoomtram Maatschappij (1916). Verslag der SCS. Den Haag: SCS.