Stasiun ini hanya memiliki dua jalur kereta api. Pada awalnya, jalur 2 merupakan sepur lurus. Sejak selesainya pembangunan jalur ganda segmen Baturaja–Martapura pada tanggal 2 Mei 2018,[4] jalur 1 di stasiun ini kemudian diubah menjadi sepur lurus baru arah Tanjungkarang, sedangkan jalur 2 dijadikan sepur lurus arah Baturaja-Kertapati saja. Sebagai akibatnya, stasiun ini dinonaktifkan untuk persilangan dan penyusulan antarkereta api karena jaraknya yang terlalu dekat dengan Stasiun Sepancar.
Kini sudah tidak ada lagi kereta api yang berhenti di stasiun ini. Perangkat persinyalan dan wesel di stasiun ini sudah dicabut semua. Bangunan stasiun masih utuh, tetapi kini hanya digunakan sebagai gardu blok intermediet saja. Bangunan stasiun ini cukup unik karena terbuat dari peti kemas bekas.
Galeri
Pos blok Airtuba saat masih beroperasi sebagai stasiun, Agustus 2015
Referensi
↑Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero).