Sejarah Desa Sruwen
Kisah Desa Sruwen bermula dari perjalanan seorang pengembara bernama Slamet Pasuruan, murid dari Sunan Kalijaga. Bersama sahabatnya, Ngaliman, ia mendapat amanat untuk berdakwah dengan menyusuri Sungai Serang sambil menjalankan laku spiritual berat.
Dalam perjalanan panjang selama puluhan hari, keduanya melewati berbagai tempat yang kemudian menjadi asal-usul nama desa, seperti Boyoromo (dari peristiwa buaya kawin), Karanggede, Bakalrejo, hingga Ketawang. Mereka juga bertemu tokoh sakti seperti Raden Ajeng Sekar Sinumpit dan menghadiri pertemuan para wali, di mana keduanya diberi gelar Ki Ageng Ngalim dan Ki Ageng Suru.
Setelah berpisah, Ki Ageng Suru melanjutkan perjalanan hingga menetap di daerah tandus yang dipenuhi bambu. Di sana ia mengajarkan masyarakat membuat kerajinan bambu hingga membawa kemakmuran, sehingga daerah itu dikenal sebagai Rogomulyo.
Ia kemudian dikenal sebagai empu pembuat keris di wilayah Putatan dan dipercaya memiliki kesaktian, termasuk menciptakan sumber air (sungai buyutan). Setelah wafat pada tahun 1567 M, ia dimakamkan di dekat tongkat peninggalannya, di lokasi yang dikenal sebagai Makam Jati.
Dari tempat inilah, berkembang nama Sruwen sebagai asal-usul desa yang kini dikenal masyarakat.
GAMBARAN UMUM DESA SRUWEN
Kondisi Geografis
Desa Sruwen merupakan salah satu daerah yang berada di lingkup Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang
Kantor Balai Desa Sruwen
atas wilayah Desa Sruwen meliputi:
Photobucket
a. Sebelah Utara: Desa Tengaran, Desa Regunung
b. Sebelah Selatan: Kabupaten Boyolali
c. Sebelah Barat: Desa Tegalrejo
d. Sebelah Timur: Desa Duren, Desa Sugihan
Jumlah dusun yang terdapat di Desa Sruwen sebanyak sepuluh dusun. Lokasi dari masing-masing dusun cenderung menyebar mengikuti topografi dari kondisi eksisting yang berbukit-bukit. Adapun nama-nama dari dusun dapat dilihat pada Tabel 1.1.
Tabel 1.1
Nama Dusun
Desa Sruwen, Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang
NO
NAMA DUSUN
1
Sruwen 1
2
Sruwen 2
3
Sruwen 3
4
Kebon Batur
5
Krakal Muteran
6
Jembangan
7
Putatan
8
Duren Sawit
9
Gudang Sakti
10 Margosuko
Sumber: Data Monografi Desa Sruwen 2012
Keadaan dan Potensi Sumber Daya Alam
PhotobucketPhotobucket
Permukiman penduduk Desa Sruwen lebihcenderung menyebar. Beberapa sektor berkembang dan menjadi mata pencaharian penduduk setempat seperti pertanian dan perikanan.ktor lain yang berkembang selain sektor pertanian adalah budidaya jamur dan ternak tani ayam buras.
1.3 Keadaan Perekonomian
Secara umum tidak ada perbedaan strata ekonomi antara penduduk yang berpenghasilan lebih besar dengan penduduk lain yang memiliki penghasilan lebih sedikit karena rasa kekeluargaan yang masih begitu erat.
Penduduk Desa Sruwen sebagian besar bermata pencaharian sebagai Pegawai swasta sebanyak 315 orang dengan prosentase sebesar 28,79 %. Selain bermata pencaharian sebagai Pegawai swasta, masyarakat Desa Sruwen bekerja sebagai petani yaitu sebanyak 263 orang dengan prosentase sebesar 24,04%. Jumlah penduduk menurut mata pencaharian selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 1.2
Jumlah Penduduk Menurut Mata Pencaharian
Desa Sruwen, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang Tahun 2012
Petani
263 jiwa
Buruh Tani
66 jiwa
Buruh Industri
65 jiwa
Buruh Bangunan
80 jiwa
Peternak
48 jiwa
PNS
51 jiwa
TNI
10 jiwa
Polri
4 jiwa
Pegawai Swasta
315 jiwa
Pensiunan
70 jiwa
Pengusaha
9 jiwa
Lain-lain
113 jiwa
Jumlah
1094 jiwa
Sumber: Data Monografi Desa Sruwen,2008
1.4 Keadaan Sosial, Pemerintahan, dan Kelembagaan
Jumlah penduduk merupakan salah satu modal dalam pembangunan. Hal ini berkaitan erat dengan ketersediaan tenaga kerja. Jumlah penduduk di Desa Sruwen adalah sebanyak 6.150 orang dengan jumlah wanita sebanyak 3.054 orang dan laki-laki sebanyak 3.096 orang. Hampir sebagian besar penduduk Desa Kalisidi memeluk agama Islam sebanyak 6.140 orang (99,84%), agama Kristen sebanyak 10 orang (0,16%). Pada umumnya penduduk Desa Sruwen adalah masyarakat dengan tingkat religius yang tinggi. Semangat keagamaan masyarakat ini dapat dilihat dari pengajian-pengajian yang banyak diikuti masyarakat setempat.
Kondisi kesehatan di Desa Sruwen secara umum dapat dikatakan baik. Hal ini dikarenakan adanya rutinitas kegiatan kerja bakti yang dilaksanakan di masing-masing dusun, sehingga kondisi kebersihan lingkungan tetap terjaga. Adapun ketersedian satu poliklinik desa (Polindes) yang terletak di Dusun Sruwen 2 dengan satu tenaga bidan sangat membantu dalam memberikan pelayanan kesehatan di Desa Sruwen.
Tingkat pendidikan penduduk di Desa Sruwen sebagian besar adalah lulusan SD sebanyak 1344 orang dengan prosentase sebesar 21,85%. Sedangkan yang prosentasenya terkecil adalah lulusan sarjana yaitu sebanyak 48 orang (0,78%). Adapun ketersediaan fasilitas pendidikan di Desa Sruwen cukup memadai. Kondisi ini dapat dilihat dari jumlah fasilitas pendidikan yang terdiri dari 3 SD dan 2 MI semua tersebar di beberapa dusun yaitu SDN Sruwen 1, SDN Sruwen 2, SDN Sruwen 3, MI Sruwen 2, dan MI Sruwen 3. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 1.3.
Tabel 1.3
Jumlah Penduduk Menurut Pendidikan
Desa Sruwen, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang Tahun 2012
Tingkat Pendidikan
Jumlah
Tidak Sekolah
545 jiwa
TK/Play Group
133 jiwa
Belum Tamat SD
526 jiwa
Tidak Tamat SD
867 jiwa
Tamat SD
1344 jiwa
Tamat SLTP
1330 jiwa
Tamat SLTA
670 jiwa
Tamat Akademik/Diploma
89 jiwa
Sarjana keatas
48 jiwa
Jumlah
5552 jiwa
Sumber: Data Monografi Desa Sruwen,2012
ada rumah jamu seduh yang tepatnya barat balai desa sruwen,,dan juga ada es cream rasa jamu,Omah jamu seduh & es cream Mbah Parto Sruwen,,082 325 112 577