Sri Indra adalah raja Kerajaan Panjalu atau Kadiri yang memerintah sekitar tahun 1181-1182. Nama gelar abhisekanya yang digunakan ialah Sri Maharaja Sri Kroncaryadi Mahandabhuwanapalaka Parakrama Anindita Digjaya Uttunggadewa Sri Indra.[2]
Tidak diketahui dengan pasti kapan Sri Indra naik takhta. Peninggalan sejarahnya berupa Prasasti Jaring, dikeluarkannya pada 19 November 1181. Isinya berupa pengabulan permohonan penduduk desa Jaring oleh Sri Indra melalui Senapati Sarwajala tentang anugerah raja Sri Aryeswara sebelumnya yang belum terwujud.
Dalam prasasti tersebut turut diketahui juga adanya nama-nama hewan untuk pertama kalinya yang dipakai sebagai nama depan para pejabat Kerajaan Panjalu, misalnya Menjangan Puguh, Lembu Agra, dan Macan Kuning.
Tidak diketahui dengan pasti pula kapan pemerintahan Sri Indra berakhir. Raja Panjalu selanjutnya berdasarkan Prasasti Semanding tahun 1182 adalah Sri Kameswara.