SpoliaSebuah kapitel Ionia yang tertanam di dinding selatan Gereja Santo Petrus di Ennea Pyrgoi, Kalyvia Thorikou, Yunani
Spolia (Latin untuk 'barang rampasan'; tunggal: spolium) adalah batu yang diambil dari struktur lama dan dialihfungsikan untuk konstruksi baru atau tujuan dekoratif. Hal ini merupakan hasil dari praktik kuno yang tersebar luas (spoliasi) di mana batu yang telah ditambang, dipotong, dan digunakan dalam suatu struktur bangunan diangkut untuk digunakan di tempat lain. Praktik ini menjadi perhatian khusus bagi sejarawan, arkeolog, dan sejarawan arsitektur karena batu nisan, monumen, dan fragmen arsitektur dari zaman kuno sering ditemukan tertanam dalam struktur yang dibangun berabad-abad atau ribuan tahun kemudian. Arkeolog Philip A. Barker memberikan contoh sebuah batu nisan periode Romawi akhir (kemungkinan abad ke-1) dari Wroxeter yang terlihat telah dipangkas dan mengalami pelapukan saat digunakan sebagai bagian dari dinding eksterior dan, mungkin hingga abad ke-5, diinskripsi ulang untuk digunakan kembali sebagai batu nisan.[1]
Galeri
Fragmen inskripsi Yunani pada susunan batu benteng Utsmaniyah Heptapyrgion (Yedikule) (1431), Thessaloniki, Yunani
Spolia pada tembok kota İznik, Turki, di Gerbang Lefke
Kolom ordo Ionia yang diintegrasikan ke dalam sebuah dinding, Bosra, Suriah
Ilustrasi abad ke-18 mengenai patung Romawi dan inskripsi yang digunakan kembali pada dinding Cittadella, Gozo, Malta. Patung tersebut telah dipindahkan dan kini berada di Museum Arkeologi Gozo.