Sebagian lagu-lagu Spitz menjadi lagu hit abadi, seperti "Sora mo Toberuhazu", "Robinson", dan "Cherry". Walaupun demikian, hanya 5 buah singel mereka yang pernah menduduki urutan nomor 1 tangga lagu Oricon, (tiga lagu di antaranya langsung menduduki urutan pertama). Berbeda dengan grup musik Jepang yang lain, Spitz jarang memasukkan kosakatabahasa Inggris ke dalam lirik lagunya. Judul lagu mereka yang menggunakan bahasa Inggris juga lebih sering ditulis dengan aksara katakana, misalnya "I Need You" atau "Looking for".[butuh rujukan]
Nama grup musik ini berasal dari bahasa Jerman yang antara lain berarti "runcing" atau "kritis". Masamune Kusano sang vokalis menyenangi kata-kata yang memiliki huruf "s" dan "p" (seperti special atau crispy), sehingga kata "spitz" dipilihnya dari kamus. Anjing ras Japanese Spitz yang senang menggonggong cocok dengan citra grup musik mereka. Sepanjang dekade 1960-an hingga awal tahun 1970-an, anjing Spitz Jepang memang pernah sangat populer. Klub penggemar Spitz juga diberi nama Spitzbergen, yang berasal dari nama pulau di Norwegia.[butuh rujukan]
Pada awalnya, Kusano bersama Tamura dan kawan-kawan mempunyai grup musik bernama Cheetah. Setelah mendengar lagu-lagu The Blue Hearts, Kusano memutuskan untuk membubarkan saja Cheetah. Walaupun tidak lagi bersama grup musik, Kusano dan Tamura tetap bersahabat, dan Kusano senang bermain di rumah Tamura karena di sana ada Nintendo Entertainment System. Selanjutnya, Tamura bertemu dengan Miwa, teman masa kecilnya sewaktu mengikuti ekstrakurikuler bidang musik di sekolah. Setelah Sakiyama turut bergabung, mereka berempat menamakan grupnya The Spitz.[butuh rujukan]
"Robinson" merupakan singel kesebelas yang dirilis 5 April1995. Lagu tersebut menjadi lagu hit, dan memasuki tangga lagu Oricon Top 10. "Robinson" menjadi lagu Spitz yang paling terkenal dengan angka penjualan di atas 1 juta 620 ribu keping.[butuh rujukan]
Pada 26 April1995, dirilis kumpulan video klip mereka yang dikemas dalam album berjudul Sora to Video. Singel ke-12, "Namida ga Kirari ☆" dirilis 7 Juli 1995, dan langsung menempati urutan ke-2 tangga lagu Oricon, walaupun waktu itu, singel mereka "Robinson" masih berada di urutan Oricon Top 10. Sesudah itu mereka merilis album ke-6, Hachimitsu (20 September 1995), dan menjadi album pertama Spitz yang laku di atas 1 juta keping.[butuh rujukan]
Bulan Februari 1996, lagu "Sora mo Toberuhazu" melejit sebagai lagu hit setelah dijadikan lagu tema serial drama Hakusen Nagashi di Fuji Television. Lagu tersebut sebenarnya sudah dirilis dua tahun sebelumnya (1994), tapi akhirnya laku di atas 1 juta 430 ribu keping setelah dijadikan sebagai lagu tema.[butuh rujukan]
Angka penjualan singel ke-13, "Cherry" (10 April 1996) bahkan mencapai lebih dari 1 juta 610 ribu keping, walaupun tidak digunakan sebagai lagu tema drama atau iklan televisi. Singel selanjutnya, "Nagisa" (9 September 1996), laku sekitar 840 ribu keping, dan dikenal sebagai lagu musim panas ala Spitz. Album konser pertama mereka, Jamboree 1 dirilis 10 Oktober 1996, dan dilanjutkan dengan album ke-7, Indigo Chiheisen (23 Oktober 1996).[butuh rujukan]
Singel ke-15, "Scarlet" dirilis 29 Januari1997, dan diikuti singel ke-16, "Yume Janai" pada 23 April tahun yang sama. Lagu "Yume Janai" sebenarnya berasal dari album Crispy! keluaran tahun 1993, tapi singelnya diterbitkan kembali setelah lagu tersebut dipakai drama televisi Futari di TV Asahi. Seri kedua kumpulan klip video mereka, Sora to Video 2 dirilis 7 Juli 1997. Di akhir tahun 1997, Spitz merilis singel ke-17, "Unmei no Hito" (27 November 1997).[butuh rujukan]
Pada tahun 1998, personel Spitz mulai mempermasalahkan citra yang telanjur melekat pada Spitz akibat lagu-lagu mereka yang "lembut dan ortodoks". Pada awalnya, Spitz memang dimaksudkan sebagai grup musik rock. Ketika diwawancara, Kusano mengatakan bahwa waktu itu mereka sudah berpikir untuk bubar dan mengundurkan diri. Singel ke-18, "Tsumetai Hoho / Xie Xie!" diedarkan 18 Maret 1998, dan sekaligus singel pertama mereka yang memiliki dua lagu andalan (walaupun CD hanya memiliki satu sisi, jenis singel tersebut dikenal sebagai "ryō A-men" atau 2 lagu di sisi A). Album ke-8 Fake Fur menyusul pada 25 Maret 1998, serta diikuti singel ke-19, "Kaede / Spica", 7 Juli tahun yang sama.[butuh rujukan]
Tanpa persetujuan personel Spitz, perusahaan rekaman Polydor merilis album kompilasi Recycle Greatest Hits of Spitz pada 25 Desember 1999. Personil Spitz mengecam keras tindakan sepihak Polydor, walaupun album tersebut berhasil menjadi album hit, dan laku lebih dari 2 juta 140 ribu kopi. Personil Spitz bertahan dengan pendapat bahwa album the best adalah album yang hanya dirilis ketika mereka bubar. Peredaran album tersebut dilakukan sewaktu Spitz sedang rekaman di Miami, Amerika Serikat, sehingga peristiwa ini dikenal sebagai "Miami Shock". Pemilihan lagu dan penentuan judul album sebenarnya dilakukan sendiri oleh personel Spitz, dan mereka juga hadir sewaktu proses mastering. Namun, personel Spitz menolak mempromosikan album kompilasi tersebut dalam bentuk konser atau penampilan di depan media massa. Album Recycle Greatest Hits of Spitz akhirnya menjadi album tidak resmi dari Spitz. Situs web resmi mereka bahkan tidak mencantumkan album tersebut ke dalam daftar album Spitz.[butuh rujukan]
Pada 21 Januari2004, Spitz merilis singel ke-28 "Stargazer" yang berhasil menduduki puncak tangga Oricon. Prestasi yang sama terakhir kali dicapai Spitz, 7 tahun sebelumnya dengan singel berjudul "Scarlet". Kelanjutannya adalah album Iro Iro Goromo (17 Maret 2004), dan singel ke-29, "Masayume" (10 November 2004). Lagu "Masayume" populer setelah dijadikan lagu iklan Fujifilm, dan lagu tema serial drama Medaka yang ditayangkan Fuji Television.[butuh rujukan]
Bulan Januari 2006, pencetakan dan penjualan album kompilasi tahun 1999, Recycle Greatest Hits of Spitz dihentikan. Peringatan 15 tahun berdirinya Spitz dirayakan dengan merilis 2 album sekaligus Cycle Hit 1991-1997 Spitz Complete Single Collection dan Cycle Hit 1997-2005 Spitz Complete Single Collection, 25 Maret 2006. Kedua album tersebut merupakan kumpulan 30 singel mereka. Setelah kedua album tersebut dirilis, produksi singel Spitz dalam bentuk CD 8 cm dinyatakan selesai. Singel Spitz yang tidak diproduksi lagi adalah singel perdana ("Hibari no Kokoro") hingga singel ke-20 ("Nagareboshi"). Selanjutnya, singel ke-31, "Mahō no Kotoba" diedarkan 12 Juli 2006. Pada tahun 2006, posisi Spitz naik dari posisi nomor 8 ke posisi nomor 2 dalam daftar artis favorit versi majalah Oricon Style.[2]