Jonathan adalah seorang fotografer asal Indonesia yang tinggal di Zagreb, Kroasia. Dia hidup dengan gaya hidup yang tidak sehat: sering merokok, suka minum alkohol, sering begadang, dan tidak terlalu peduli pada kesehatan. Suatu pagi, ia dikejutkan oleh kemunculan seorang wanita bernama Sore di kamarnya. Sore mengaku bahwa dia adalah istri Jonathan yang datang dari masa depan. Tentu saja, Jonathan tidak percaya dan menganggap Sore adalah orang yang dikirim oleh Karlo, teman sekaligus agen yang membantu mencarikan orang yang tertarik pada karya-karya Jonathan. Jonathan mencoba mengusirnya, tetapi Sore tetap mengikutinya kemanapun dia pergi. Jonathan menemui pacarnya yang bernama Elsa di sebuah kafe terbuka. Pada saat berbincang-bincang mengenai rencana Elsa untuk pindah ke Madrid dan mengajak Jonathan untuk pergi bersamanya, Sore menghampiri mereka dan mengaku sebagai istri Jonathan yang telah menikah di Indonesia. Elsa yang marah menyiram minumannya ke Jonathan dan pergi. Sore terus mengikuti Jonathan sampai ia kembali ke rumahnya. Menyerah dengan upaya untuk mengusirnya, Jonathan akhirnya setuju untuk berbicara dengannya. Secara mengejutkan, Sore tahu segala detail kecil tentang hidup Jonathan, termasuk kebiasaan buruknya serta rahasia-rahasia yang hanya diketahui oleh Jonathan, sehingga membuat sikap Jonathan melunak.
Di hari-hari berikutnya, Sore dengan gigih memaksa Jonathan untuk mengubah gaya hidupnya menjadi lebih sehat: Ia membuang semua rokok dan alkohol, memaksanya lari pagi, dan mengatur jadwal tidurnya. Awalnya Jonathan merasa sangat terganggu, tetapi perlahan ia mulai luluh karena perhatian dan kasih sayang tulus yang ditunjukkan Sore. Secara perlahan, hubungan mereka berkembang menjadi dekat, dan Jonathan mulai melihat Sore bukan lagi orang asing yang aneh. Suatu hari, saat Jonathan tidak bisa tidur, dia diam-diam keluar dan mengeluarkan sebuah rokok yang disimpannya dan mengisapnya. Sore yang juga terjaga langsung menyuruh Jonathan untuk membuangnya dan memutuskan untuk mengulang waktu kembali. Sore terbangun kembali di samping Jonathan, persis seperti di hari pertama saat Jonathan belum mengenalnya. Ternyata Sore telah mengulang proses itu berkali-kali sebelumnya dalam sebuah lingkaran waktu. Sore datang ke masa lalu dengan tujuan yang sangat spesifik: Mencegah Jonathan meninggal pada masa depan. Sore menjelaskan bahwa pada masa depan, Jonathan meninggal dunia akibat penyakit kronis yang disebabkan oleh gaya hidupnya yang buruk. Sore ingin mengubah sejarah agar mereka bisa menua bersama.
Dalam lingkaran waktu selanjutnya, Sore terus mencoba berbagai cara agar bisa membuat Jonathan disiplin dan patuh pada gaya hidup sehat yang diaturnya, tetapi semua berakhir dengan kegagalan. Dalam satu lingkaran waktu, Sore menemukan foto-foto dengan tulisan Jonathan di baliknya yang mengungkap kekecewaan dan rasa dendamnya kepada ayahnya yang menjadi alasan Jonathan tinggal di Kroasia selama ini. Setelah mengetahui hal tersebut, Sore mulai mengulang lingkaran waktunya dengan berfokus mengarahkan Jonathan agar mau berdamai dengan ayahnya. Akan tetapi lingkaran waktu yang dilalui Sore semakin lama semakin pendek, sehingga Sore tidak pernah berhasil membawa Jonathan menemui ayahnya. Sebelum lingkaran waktu sudah tidak bisa berulang, Sore meninggalkan pesan terakhir kepada Jonathan agar jangan sampai melupakannya.
Jonathan akhirnya terbangun sendirian dan Sore sudah tidak lagi ada di sampingnya. Jonathan menemui Elsa dan memutuskan untuk berpisah dengannya. Dia juga bercerita kepada Karlo bahwa dia merasa seperti merindukan sesuatu yang dia sendiri tidak pahami. Jonathan mulai mengubah total gaya hidupnya, membuang semua alkohol dan rokok, berolahraga secara rutin, dan memutuskan untuk berdamai dengan ayahnya. Jonathan pun kembali ke Jakarta dan tetap memegang teguh pola hidup sehatnya selama ini. Setelah bertahun-tahun berlalu. Jonathan akhirnya menggelar pameran foto pertamanya di Jakarta. Di pameran tersebut, Sore versi masa kini (yang tidak mengenal Jonathan) datang untuk melihat foto-foto yang dipamerkan. Jonathan melihatnya dan merasa bahwa sosok Sore sangatlah familiar, sehingga kemudian menghampirinya. Sambil melihat sebuah foto pemandangan laut, Jonathan mengajaknya ngobrol dan menunjukkan sisi artistik dari foto tersebut. Setelah itu Jonathan menjabat tangan Sore untuk berkenalan dengannya, di mana saat mereka bersentuhan, semua memori yang pernah terjadi di lingkaran waktu mendadak teringat kembali, yang membuat mereka saling berpelukan.
Pemeran
Sheila Dara sebagai Sore, seorang fashion designer yang mengaku sebagai istri Jonathan.
Dion Wiyoko sebagai Jonathan, seorang fotografer yang tinggal di Zagreb, Kroasia.
Goran Bogdan sebagai Karlo, teman sekaligus agen Jonathan.
Pada bulan November 2024, teaser poster Sore: Istri dari Masa Depan diumumkan melalui akun Instagram resmi Cerita Films. Disutradarai dan ditulis oleh Yandy Laurens, film ini diadaptasi dari serial web berjudul sama.[3][4] Produksi Sore: Istri dari Masa Depan dilakukan secara bertahap, yang dijelaskan dalam salah satu wawancara, proses produksi dimulai dari bulan Maret 2024 sampai dengan Februari 2025.[5]
Dalam produksi, Cerita Films mendapat dukungan dari Slingshot Pictures, Imajinari Productions, Miles Films, Studio Artemis, Jagartha, Trinity Entertainment, dan Dwidaya Amadeo Gemintang. Cerita Films juga menyertakan Melyana Tjahyadikarta, Queen Yeap, Agustinus Lee Martin, Ernest Prakasa, Mira Lesmana, Asim Kemas, Fx Iwan, Yonathan Nugroho, dan Hotma Abigail Sirait sebagai executive producers. Selain itu, Asri Welas, Maya Hasan, dan Sulung Landung disertakan juga sebagai associate producers.[6]
Sore: Istri dari Masa Depan memiliki lima original soundtrack. Dua lagu di antaranya dinyanyikan oleh Adhitia Sofyan, dua lainnya dibawakan oleh Barasuara, dan satu lagu terakhir dari Sheila on 7.[12]