Somchai Neelapaijit (bahasa Thai - สมชาย นีละไพจิตร; 13 Mei 1951 – terakhir terlihat pada 12 Maret 2004) merupakan pengacara Muslim Thailand dan aktivis hak asasi manusia yang 'hilang' pada 12 Maret 2004 di bawah rezim Thaksin Shinawatra.[1] Ia merupakan mantan Wakil Ketua Komisi Hak Asasi Manusia Dewan Pengacara Thailand dan mantan Presiden Klub Pengacara Muslim.[2] Pada 12 Maret 2004, Somchai terakhir terlihat di Ramkhamhaeng ketika sejumlah saksi mata melihat empat pria menyeretnya keluar dari mobil. Ia lenyap sejak saat itu. Somchai diculik dan dihilangkan paksa sehari setelah ia secara terbuka menuding polisi telah menyiksa kliennya yang ditahan di Thailand Selatan.[3] Kasus ini menambah daftar panjang korban penghilangan paksa di negeri Gajah Putih itu. Kelompok Kerja PBB tentang Penghilangan Paksa mencatat setidaknya ada 82 kasus penghilangan paksa di Thailand sejak 1980, termasuk Somchai.[4]
Ada lima petugas kepolisian yang didakwa telah terlibat dalam kasus ini. Mereka dibebaskan pada 2015. Setahun berikutnya, Departemen Investigasi Khusus Thailand menghentikan kasus tersebut karena penyelidikan tidak menghasilkan kemajuan apa pun setelah 12 tahun berlalu. Kasus penculikan dan (mungkin pembunuhan) Somchai Neelaphaijit masih belum terpecahkan hingga kini. Pada 5 Oktober 2016, mereka resmi menyatakan penyelidikan atas kasusnya "selesai".[3]
Kehidupan awal
Somchai terlahir dalam keluarga petani. Sejak belia, ia telah bercita-cita menjadi pengacara bagi warga biasa. Sebagai anak petani, ia disebut memahami bagaimana para petani dan warga kecil lainnya kesulitan untuk memperoleh akses hukum dan keadilan.[5] Selama 20 tahun karier profesionalnya sebagai pengacara, ia banyak menangani kasus-kasus hak asasi manusia yang ditolak oleh pengacara lainnya. Beberapa contohnya antara lain: penduduk desa yang dituduh melanggar HAM, pencari suaka politik Myanmar, dan warga Iran yang ditangkap karena diduga meletakkan bom di Kedutaan Israel di Bangkok.[1]
Latar belakang
Sebelum dinyatakan hilang, ia mewakili lima tersangka Muslim yang diduga terlibat dalam penggerebekan kamp militer di Narathiwat pada Januari 2004. Insiden tersebut memicu kerusuhan berkepanjangan di Thailand selatan. Somchai, yang telah berkarier di bidang hukum selama 30 tahun, dikenal vokal menyerukan penghentian darurat militer yang diberlakukan pada Januari 2004 di wilayah tersebut.[6] Hingga 2017, darurat militer masih berlaku di Pattani, Yala, dan Narathiwat.[7]
Pada 2006, Pengadilan Pidana menjatuhkan hukuman tiga tahun penjara kepada Mayor Polisi Ngern Thongsuk dari Divisi Penindakan Kejahatan atas keterlibatannya dalam hilangnya Somchai. Empat tersangka lainnya, kesemuanya adalah polisi yang dituduh melakukan perampokan dan penggunaan kekerasan secara ilegal, dibebaskan. Mayor Polisi Ngern kemudian menghilang. Keluarganya bersaksi bahwa ia meninggal dalam kecelakaan tanah longsor. Pengadilan menyatakannya sebagai orang hilang.[7]
Kehidupan pribadi
Somchai menikah dengan Angkhana Neelaphaijit dan memiliki lima anak. Selepas peristiwa penghilangan paksa Somchai, Angkhana terus memperjuangkan kejelasan nasib suaminya[8] dan menjadi aktivis pembela HAM. Ia pernah menjabat sebagai Komisioner Hak-Hak Asasi Manusia Nasional Thailand[9] dari 2015 hingga 2019.[10] Angkhana lalu terpilih menjadi senator dari faksi independen dan masyarakat sipil pada 2024.[11]
↑"Mrs. Angkhana Neelapaijit". Mrs. Angkhana Neelapaijit | Office of the National Human Rights Commission of Thailand (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-19.