Soesmalijah Soewondo (9 Desember 1934 - 23 September 2019) adalah seorang psikolog dan administrator akademik Indonesia yang menjabat sebagai Dekan Fakultas PsikologiUniversitas Indonesia dari tahun 1984 hingga 1990. Sebelum dan sesudah pengangkatannya sebagai dekan, ia banyak berkutat dalam urusan administrasi, termasuk di antaranya sebagai kepala administrasi Universitas Indonesia dan sekretaris panitia ujian masuk Universitas Indonesia.
Kehidupan awal dan pendidikan
Soesmalijah lahir pada tanggal 9 Desember 1934 di Jakarta dari keluarga perantau Minang. Ayahnya bernama Boestami Sjarif, seorang hakim.[1] Setelah menyelesaikan sekolah menengah atas pada tahun 1952, ia belajar psikologi di Universitas Indonesia (UI). Pada tahun keempatnya, ia menjadi asisten profesor di bidang psikoterapi di Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia. Sebelum memboyong gelar S-1 pada 1 Oktober 1964, Ia sudah mengabdi menjadi asisten dosen psikologi anak selama delapan tahun. Selama kariernya sebagai dosen psikologi, ia mengikuti sejumlah kursus. Di antaranya, kursus terapi kelompok yang diadakan oleh Universitas Malaya pada tahun 1971, kursus metode psikologi klinis yang diadakan oleh Universitas Katolik Nijmegen pada tahun 1974, dan beberapa kursus pascasarjana di bidang psikologi di almamaternya. Pada 1982, ia menerima gelar spesialisasi dalam bidang psikoterapi.[2]
Soesmalijah belajar dan meneliti nutrisi di University of Texas Health Science Center di Houston, Texas pada tahun 1985 dan University of California, Davis pada tahun 1987.[2] Pada tanggal 6 Maret 1991, ia meraih gelar doktor dengan penelitian tentang efek zat besi dalam tubuh manusia terhadap kognisi.[3][4]
Karier
Soesmalijah memulai kariernya sebagai asisten profesor untuk almamaternya pada tahun 1964, dengan mata kuliah psikologi anak, psikologi sosial, dan psikologi klinis. Pada tahun 1972, ia menjadi penasihat ahli untuk konseling di Institut Pertanian Bogor. Ia memperoleh pangkat lektor muda pada tahun 1967, lektor kepala pada tahun 1973, dan lektor kepala pada tahun 1978. Ia sempat menjadi dosen tamu di Universitas Kebangsaan Malaysia dari tahun 1967 hingga 1977. Dari tahun 1974 hingga 1981, ia menjadi wakil dekan fakultas psikologi, yang menangani urusan administrasi.[2]
Pada bulan Maret 1980, Soesmalijah dicalonkan oleh senat fakultas untuk posisi dekan, bersaing dengan Ashar Sunyoto Munandar. Soesmalijah terpilih berdasarkan hasil pemungutan suara 38-21. Namun, Menteri Pendidikan memilih Ashar dan mengabaikan hasil pemilihan senat. Penunjukan ini dianggap tidak adil oleh anggota fakultas dan mahasiswa, sehingga menyebabkan staf akademik fakultas mengundurkan diri secara massal, termasuk mantan pelaksana tugas rektor Slamet Iman Santoso dan Soesmalijah sendiri. Fuad Hassan, yang saat itu menjabat sebagai Direktur Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Luar Negeri, menyatakan keengganannya untuk bekerja sama dengan Ashar.[5]
Dari tanggal 19 hingga 26 Februari, para mahasiswa mengorganisir pemogokan umum untuk memprotes pengangkatan Ashar. Menyikapi protes mahasiswa, yang telah menduduki kantor rektorat, Ashar secara diam-diam dilantik oleh Rektor Mahar Mardjono di kantornya pada tanggal 17 Februari 1981. Setelah menjabat, Ashar mengangkat J. Kandou sebagai wakil dekan bidang administrasi, yang mengklaim dirinya memiliki hubungan baik dengan kedua pihak yang bertikai (Soesmalijah dan Ashar).[5]
Pada 1983, Soesmalijah ditunjuk sebagai kepala administrasi akademik dan kemahasiswaan Universitas Indonesia. Dalam kapasitasnya, Soesmalijah bertanggung jawab untuk meninjau pelaksanaan rencana lima tahun pemerintah pusat untuk universitas. Ia menjabat posisi ini selama kurang lebih satu tahun, karena pada tanggal 17 Maret 1984 dilantik sebagai dekan.[6] Ia dilantik untuk masa jabatan kedua sebagai dekan pada tanggal 27 April 1987.[7] Selama masa jabatannya sebagai dekan, Soesmalijah juga memegang sejumlah jabatan pemerintahan, termasuk sebagai direktur umum program penyuluhan keluarga berencana pada tahun 1985 dan ketua komite lokal Jakarta untuk ujian masuk perguruan tinggi. Ia juga terlibat dalam penyusunan Garis-garis Besar Haluan Negara pada tahun 1986 dan mengawasi dewan perkembangan anak UI pada tahun 1988.[2] Selepas Soesmalijah, dekan dijabat oleh Yaumil Agoes Achir pada tanggal 11 September 1990.
Pada 1991, ia ditunjuk sebagai direktur lembaga psikologi terapan universitas.[2] Pada tanggal 21 April 1993, ia secara resmi dikukuhkan sebagai profesor penuh dalam bidang psikologi, dengan pidato tentang stres kerja. Soesmalijah berpendapat bahwa wanita yang bekerja lebih sering mengalami stres di tempat kerja dibandingkan dengan pria sehingga perlu lebih banyak perhatian diberikan pada masalah-masalah tersebut.[8]
Soesmalijah juga tetap terlibat dalam administrasi ujian masuk perguruan tinggi . Ia menjadi sekretaris eksekutif panitia ujian masuk perguruan tinggi di Indonesia..[9]