Negara berkembang pulau kecilPeta negara berkembang pulau kecil
Negara berkembang pulau kecil (bahasa Inggris:Small island developing statescode: en is deprecated ; SIDS) adalah negara pesisir dataran rendah yang cenderung memiliki tantangan pembangunan berkelanjutan serupa, termasuk penduduk kecil yang terus berkembang, sumber daya terbatas, keterpencilan, rentan terhadap bencana alam, rentan terhadap peristiwa luar negeri, ketergantungan berlebihan terhadap perdagangan internasional, dan lingkungan yang rapuh. Pertumbuhan dan pembangunan negara-negara ini terhambat oleh biaya komunikasi, energi, dan transportasi yang tinggi, volume transportasi internasional yang tidak tetap, administrasi publik dan infrastruktur yang mahal karena ukurannya kecil, dan hampir tidak ada kesempatan untuk menciptakan ekonomi skala.
Banyak SIDS yang beralih ke ekonomi berkarbon rendah sesuai dengan rencana pembangunan anti-perubahan iklim yang dikeluarkan Caribbean Community (CARICOM). SIDS biasanya sangat bergantung pada bahan bakar fosil impor dan menghabiskan sebagian besar PDB-nya untuk impor energi. Teknologi terbarukan mampu menyediakan energi dengan biaya murah dibandingkan bahan bakar fosil dan membuat SIDS lebih berkelanjutan. Barbados merupakan contoh negara yang berhasil mengadopsi penggunaan pemanas air tenaga surya (SWH). Laporan Climate & Development Knowledge Network tahun 2012 menunjukkan bahwa industri SWH di Barbados telah memproduksi 50.000 SWH. Industri ini telah menghemat US$137 juta sejak awal 1970-an. Laporan tersebut menunjukkan bahwa pengalaman Barbados dapat ditiru di SIDS lain yang selalu terkena sinar matahari tetapi masih mengimpor bahan bakar fosil.[2]
List of SIDSDiarsipkan 2018-04-05 di Wayback Machine. United Nations, Office of the High Representative for the Least Developed Countries, Landlocked Developing Countries and Small Island Developing States