Siti NurhayatiPotret resmi dari Siti Nurhayati ketika menjabat sebagai Bupati Nganjuk pada periode 2003–2008.
Siti Nurhayati (lahir di Kabupaten Nganjuk, 9 Desember 1953) adalah politikusIndonesia asal Kabupaten Nganjuk. Ia pernah menjabat sebagai Bupati Nganjuk pada periode 2003–2008 melalui pemilihan oleh lembaga legislatif di Kabupaten Nganjuk. Pada tahun 2012 dan 2018, Siti Nurhayati mendaftarkan diri sebagai salah satu calon Bupati Nganjuk tetapi kalah.
Masa muda
Siti Nurhayati dilahirkan sebagai seorang perempuan di Kabupaten Nganjuk pada tanggal 9 Desember 1953.[1] Ia memiliki nama panggilan yaitu Hanung.[2]
Karier politik
Siti Nurhayati menjabat sebagai Bupati Nganjuk pada periode 2003–2008.[3] Ia selaku Bupati Nganjuk pada periode 2003–2008 menjabat dengan didampingi oleh Djaelani Ishaq selaku Wakil Bupati Nganjuk.[4] Siti Nurhayati dan Djaelani Ishaq masing-masing menjabat sebagai Bupati Nganjuk dan Wakil Bupati Nganjuk melalui pemilihan yang diadakan oleh lembaga legislatif di Kabupaten Nganjuk.[5] Ia melaksanakan tugasnya sebagai Bupati Nganjuk di Kantor Bupati Nganjuk. Alamat Kantor Bupati Nganjuk yaitu di Jalan Basuki Rahmat Nomor 1, Kabupaten Nganjuk.[6]
Pemilihan umum Bupati dan Wakil Bupati Nganjuk 2012
Pada tahun 2012, Siti Nurhayati mendaftarkan diri sebagai salah satu calon Bupati Nganjuk. Ia mendaftar bersama dengan Sumardi yang mencalonkan diri sebagai salah satu calon Wakil Bupati Nganjuk.[7] Partai politik yang mengusung pasangan Siti Nurhayati–Sumardi adalah Partai Golongan Karya, Partai Kedaulatan Bangsa, dan Partai Keadilan Sejahtera.[8]
Pasangan Siti Nurhayati–Sumardi memperoleh nomor urut 1 dalam pemilihan umum dari sebanyak enam pasangan calon Bupati Nganjuk dan Wakil Bupati Nganjuk. Pasangan calon lainnya yaitu Taufiqurrahman–Abdul Wahid Badrus (nomor urut 2), Njono Djojo Astro–Syaiful Anam (nomor urut 3), Suci Purnomo–Djaelani Ishaq (nomor urut 4), KPH Pied Yudhianto–Basuki (nomor urut 5), dan Yusmanto–Gatot Nursalim (nomor urut 6). Pemilihan umum Bupati Nganjuk dan Wakil Bupati Nganjuk 2012 diadakan pada hari Rabu tanggal 12 Desember 2012.[9]
Hasil pemilihan umum memenangkan pasangan nomor urut 2 yaitu Taufiqurrahman–Abdul Wahid Badrus dengan perolehan suara sah sebanyak 171.438 suara atau sekitar 31,7% dari total suara sah. Sementara itu, pasangan Siti Nurhayati-Sumardi hanya memperoleh sebanyak 128.206 suara sah atau 23,7% dari total suara sah. Kemenangan pasangan Taufiqurrahman–Abdul Wahid Badrus menjadikan pasangan Suci Purnomo–Djaelani Ishaq dan pasangan lainnya kalah dalam pemilihan kepala daerah Kabupaten Nganjuk 2012 untuk periode jabatan 2013–2018.[10]
Pemilihan Kepala Daerah Nganjuk 2018
Pada tahun 2018, Siti Nurhayati mengikuti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Nganjuk 2018. Ia mendaftarkan diri Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Nganjuk sebagai calon Bupati Nganjuk bersama dengan Bimantoro Wiyono yang mendaftarkan diri sebagai calon Wakil Bupati Nganjuk. Pasangan calon Siti Nurhayati–Bimantoro Wiyono mendapatkan nomor urut 2 dari tiga pasangan calon yang mengikuti pemilihan. Pasangan calon lainnya yaitu Novi Rahman Hidayat–Marhaen Djumadi (nomor urut 1) dan Desy Natalia Widya–Ainul Yakin (nomor urut 3).[11]
Pemilihan Kepala Daerah Nganjuk 2018 diselenggarakan pada 27 Juni 2018. Hasil perhitungan suara memenangkan pasangan Novi Rahman Hidayat–Marhaen Djumadi sebagai Bupati Nganjuk dan Wakil Bupati Nganjuk terpilih dengan perolehan suara sebanyak 303.195 suara sah atau sebesar 54,73% dari total suara sah.[12] Sementara itu, pasangan Siti Nurhayati–Bimantoro Wiyono kalah karena menempati urutan kedua dalam perolehan suara yaitu sebanyak 194.310 suara sah. Pasangan Novi Rahman Hidayat–Marhaen Djumadi ditetapkan sebagai Bupati Nganjuk dan Wakil Bupati Nganjuk terpilih oleh Komisi Pemilihan Umum pada tanggal 23 Juli 2018.[11]