* Penampilan dan gol di klub senior hanya dihitung dari liga domestik
Sinthaweechai Hathairattanakool (bahasa Thai:สินทวีชัย หทัยรัตนกุลcode: th is deprecated ; lahir 23 Maret 1982) atau lebih dikenal dengan nama Kosin Hathairattanakool (bahasa Thai:โกสินทร์ หทัยรัตนกุลcode: th is deprecated ) adalah seorang pelatih dan mantan pemain sepak bola profesional asal Thailand.
Karier klub
Lahir di Provinsi Sakon Nakhon, Sinthaweechai menghabiskan karier masa mudanya bersama Assumption Sriracha School antara tahun 1999 dan 2002. Penjaga gawang muda ini menandatangani kontrak profesional pertamanya dengan klub Liga Utama Thailand, TTM Phichit FC, pada tahun 2002 dan menghabiskan 2 musim bersama mereka dengan sempat memenangkan gelar liga pada musim 2004–05.
Sinthaweechai bergabung bersama Osotsapa pada tahun 2005 sebelum pindah ke klub Indonesia, Persib Bandung, pada tahun 2006.
Pada tahun 2007, Sinthaweechai kembali ke Thailand untuk bergabung dengan Chonburi. Disana, dia memenangkan gelar liga di musim pertamanya dan juga memenangkan Piala Kor Royal di musim selanjutnya. Dia juga berpartisipasi dalam Liga Champions AFC dengan Chonburi pada tahun 2008 tetapi klub itu tersingkir di babak penyisihan grup.
Sinthaweechai bergabung dengan Persib Bandung dengan status sebagai pemain pinjaman selama musim 2009.
Setelah kembali dari masa peminjaman, Sinthaweechai kembali ke Chonburi dan mulai bermain secara reguler untuk klub itu.
Pada Desember 2015, diumumkan bahwa Sinthaweechai akan bergabung dengan Suphanburi untuk musim 2016. Kesepakatan tersebut, yang menelan biaya 15 juta baht Thailand, memecahkan rekor sebagai transfer domestik termahal dalam sejarah sepak bola Thailand.[1]
Setelah Liga 1 Thailand musim 2023–24, Sinthaweechai pensiun dari sepak bola profesional dan mengambil peran sebagai manajer klub di Chonburi.[2]
Sinthaweechai telah mewakili Thailand di hampir setiap Tim nasional kelompok umur, masing-masing di U-17, U-19, U-23 dan skuad senior. Dia pertama kali dipanggil untuk tim nasional U-19 antara 2000–2001 tetapi tidak berkonsentrasi banyak.
Antara tahun 2002–2005 penjaga gawang ini mulai menjadi perhatian publik. Sinthaweechai dipanggil ke tim nasional Thailand U-23 pada tahun 2002 dan sejak tim nasional U-23 berpartisipasi lebih banyak kompetisi dari tingkat yang lebih rendah, praktis sebagai bagian dari skuad senior, dia diberi lebih banyak kesempatan dan status penjaga gawang utama akhirnya diterima dalam tim.
Sinthaweechai dipromosikan ke skuad senior pada tahun 2004. Namun, dia kehilangan status sebagai penjaga gawang utama di berbagai kesempatan karena peformanya yang menurun.
Meskipun begitu, di bawah arahan Winfried Schafer, yang ditunjuk sebagai pelatih kepala Thailand pada bulan Juli 2011, Sinthaweechai menjadi penjaga gawang reguler kembali di tim nasional Thailand, terutama pada kualifikasi Piala Dunia FIFA 2014, di mana dia mendapat banyak komentar positif dari media dan fans karena penampilannya yang cemerlang saat melawan Australia.
Sinthaweechai merupakan bagian dari skuad Winfried Schäfer di Kejuaraan AFF 2012, tetapi tidak bermain di turnamen tersebut karena mengalami demam. Dia kemudian memainkan pertandingan persahabatan melawan Tiongkok, dan dia menjadi kapten dalam pertandingan itu.
Pada 2013, Sinthaweechai dipanggil ke tim nasional oleh pelatih Surachai Jaturapattarapong untuk mengikuti Kualifikasi Piala Asia AFC 2015, di mana dia dipilih oleh pelatih sebagai kapten.
Pada 5 September 2017, Sinthaweechai mengumumkan pensiun dari sepak bola internasional setelah pertandingan melawan Australia di kualifikasi Piala Dunia FIFA 2018.[3] Pada 14 Oktober 2018, Asosiasi Sepak Bola Thailand menyelenggarakan Pertandingan Testimonial Sinthaweechai dengan tim nasional Trinidad dan Tobago di Stadion Provinsi Suphan Buri, sebagai bagian dari kalender FIFA dan berakhir dengan skor kemenangan 1-0 untuk Thailand atas Trinidad dan Tobago, mengakhiri karier internasional Sinthaweechai yang mencakup 14 tahun.[4][5]
Kehidupan pribadi
Sinthaweechai, yang nama aslinya adalah Kosin, lahir di Provinsi Sakon Nakhon. Dia adalah putra dari pasangan Chalerm dan Rawiwan. Sinthaweechai menikah dengan Chuenchon Siriwat pada 22 Januari 2017, setelah berpacaran selama 10 tahun.
Sebagai penggemar klub Liga Utama Inggris, Arsenal, Sinthaweechai memiliki keinginan untuk memainkan pertandingan persahabatan melawan Arsenal suatu hari nanti.
Statistik karier
Internasional
Penampilan dan gol menurut tim nasional dan tahun[6]