Rata-rata angka harapan hidup setelah diagnosis sekitar 2,5 tahun.[3]
Sindrom mielodisplastik (MDS) adalah sekelompok kanker yang terjadi ketika sel-sel darah muda (imatur) di sumsum tulang gagal matang dengan baik, sehingga tidak berkembang menjadi sel darah yang sehat.[3] Pada tahap awal, kondisi ini sering kali tidak menimbulkan gejala.[3] Seiring waktu, gejalanya dapat berupa mudah lelah, sesak napas, mudah berdarah, atau sering mengalami infeksi.[3] Beberapa jenis MDS dapat berkembang menjadi leukemia mieloid akut.[3]
Faktor risiko MDS meliputi riwayat kemoterapi atau radioterapi sebelumnya, paparan bahan kimia tertentu seperti asap tembakau, pestisida, dan benzena, serta paparan logam berat seperti merkuri atau timbal.[3] Gangguanpembentukan sel darah pada kondisi ini dapat menyebabkan penurunan jumlah sel darah merah, trombosit, dan sel darah putih dalam berbagai kombinasi.[3] Beberapa jenis MDS, terdapat peningkatan sel darah yang belum matang yang disebut blast di sumsum tulang atau darah.[3] Klasifikasi MDS didasarkan pada perubahan khas yang ditemukan pada sel darah dan sumsum tulang.[3]
MDS diperkirakan memengaruhi sekitar 7 per 100.000 orang, dengan sekitar 4 kasus baru per 100.000 orang setiap tahun.[4] Usia awitan yang paling umum adalah sekitar 70 tahun.[4] Prognosis bergantung pada jenis sel yang terdampak, jumlah blast di sumsum tulang atau darah, serta perubahan kromosom pada sel yang terkena.[3] Rata-rata angka harapan hidup setelah diagnosis adalah sekitar 2,5 tahun.[4] Kondisi ini pertama kali dikenali pada awal abad ke-20, sedangkan istilah yang digunakan saat ini mulai dipakai pada tahun 1976.[5]