Ibu kota kabupaten in Sumatera Barat, 23x15px|border |alt=|link= Indonesia{{SHORTDESC:Ibu kota kabupaten in Sumatera Barat, 23x15px|border |alt=|link= Indonesia|noreplace}}
Sesuai namanya, Simpang Ampek mempunyai empat persimpangan penting di pusat kotanya, yakni ke arah utara menuju Sungai Beremas, ke arah barat menuju Sasak, ke arah timur menuju Panti sekaligus dapat terus ke Lubuk Sikaping, dan ke arah selatan menuju Bawan yang juga dapat terus ke Lubuk Basung. Di tengah persimpangan tersebut berdiri Tugu Tigo Tungku Sajarangan, yang menjadi landmark kota ini.
Pasaman Barat, kabupaten yang berbatasan dengan provinsi Sumatera Utara memilii beragam latar belakang suku dan agama. Di Simpang Ampek, masyarakatnya umumnya beragama Islam, yang dianut suku Minangkabau, dan beberapa diantaranya beragama Kristen yang umumnya dianut suku Batak. Adapun persentasi penduduk Simpang Ampek menurut agama yang dianut ialah Islam 97,22%, dan Kristen 2,72% di mana Protestan 2,50% dan Katolik 0,22%. Selebihnya menganut aliran Kepercayaan 0,05% dan Buddha 0,01%.[1]
Pemerintahan
Sebagai pusat kabupaten, sekarang di Simpang Ampek telah berdiri berbagai kantor pemerintahan termasuk di antaranya kantor bupati, kantor DPRD, dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Simpang Ampek. Kota ini juga telah memiliki dua rumah sakit yaitu RS Islam Ibnu Sina dan RSUD Simpang Ampek.[4] Di kota ini terdapat pula perguruan tinggi swasta seperti Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) YAPTIP dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) YAPPAS. Bandar Udara Pusako Anak Nagari yang terletak 7km dari pusat kota ini telah melayani penerbangan dari Kota Padang ke Simpang Ampek dan sebaliknya.[5]