Silima Lombu adalah salah satu desa yang berada di Kecamatan Onan Runggu, Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara, Indonesia.Terletak di tepi Danau Toba danau alami terbesar di Indonesia, desa ini memiliki posisi yang strategis dan pemandangan alam yang memukau serta kehidupan masyarakat lokal yang tetap memegang teguh tradisi dan budaya Batak.
Geografi
Luas wilayah Desa Silimalombu adalah sekitar 1,96 Km² atau 196 Ha dimana 30% berupa
daratan yang bertopografi perbukitan dan sekitar 70% wilayah yang digunakan sebagai lahan
pertanian termasuk persawahan irigasi, persawahan tadah hujan dan areal
perkebunan rakyat.[1]
Batas Wilayah Desa
| Utara
| Desa Parbalohan
|
| Selatan
| Desa Janji Matogu
|
| Timur
| Danau Toba
|
| Barat
| Desa Sipira
|
Iklim
Desa Silimalombu beriklim tropis, dipengaruhi oleh letaknya di dataran tinggi di sekitar Danau Toba. Suhu udara di wilayah ini umumnya berkisar antara 17 °C hingga 29 °C, dengan tingkat kelembapan rata-rata 85%, menciptakan suasana sejuk dan nyaman sepanjang tahun.
Curah hujan di desa Silimalombu bervariasi tergantung musim. Berdasarkan data pengamatan dari beberapa stasiun cuaca di Kabupaten Samosir, rata-rata curah hujan bulanan mencapai 177 mm, dengan sekitar 11 hari hujan setiap bulannya. Puncak musim hujan biasanya terjadi pada bulan November, dengan curah hujan mencapai 440 mm dan sekitar 15 hari hujan. Sebaliknya, musim kemarau berlangsung dari bulan Juni hingga Agustus, dengan curah hujan terendah berkisar antara 31 hingga 56 mm dan hanya 5 hingga 7 hari hujan per bulan.
Kondisi ini sangat mendukung kegiatan pertanian dan wisata alam di Silimalombu. Suhu yang stabil dan curah hujan yang cukup memungkinkan tumbuhnya tanaman tropis seperti mangga, kemiri, dan berbagai jenis sayuran yang menjadi bagian penting dari ekowisata di daerah ini.
[2]
Pemerintahan
Desa ini dipimpin oleh seorang kepala desa bernama Hamonangan Sarel Gultom. Desa ini terdiri dari 2 dusun dan di antara dusun tersebut terbagi beberapa huta (lokasi) yakni: Sisakkil, Sitio-tio, Tinggiran, Ambula,Pandan, Silimalombu, Tuk-tuk Baringin.
Ekonomi
Mata Pencaharian Utama Mayoritas Penduduk di desa Silimalombu yaitu bekerja di PT. Aquafarm Nusantara,[5] dan para Perempuan di desa Silimalombu memproduksi Ikan Asin dari hasil sampingan produksi PT. Aquafarm Nusantara, yang kemudian dipasarkan untuk US. Regalsprings.
[6]
Wisata
Salah satu daya tarik utama di desa Silimalombu adalah Ecovillage Silimalombu, sebuah kawasan wisata yang menggabungkan pertanian organik, kuliner lokal, dan praktik hidup berkelanjutan. Wisatawan dapat melakukan berbagai kegiatan seperti memetik buah mangga, kemiri, memberi makan ternak, serta mengikuti kelas memasak dengan bahan-bahan segar yang dipetik langsung dari kebun
[7]
Ecovillage Silimalombu mengusung konsep yang bernama zero waste, konsep ini diterapkan secara menyeluruh mulai dari pengolahan makanan hingga produk lokal seperti wine mangga, minyak kemiri, dan teh herbal
[8]
Penginapan di desa Silimalombu tersedia dalam bentuk homestay dan eco-lodge yang dikelola oleh warga lokal. Fasilitas ini dirancang untuk memberikan kenyamanan sekaligus meminimalkan dampak terhadap lingkungan.