Sikep-madu sulawesi memiliki ukuran tubuh 51-61 cm.[3] Burung dewasa memperlihatkan kepala berjambul gelap, tenggorokan pucat dengan garis tengah gelap, dada kemerahan dengan garis tebal, dan perut bergaris-garis. Burung remaja lebih pucat dengan lebih banyak palang pada ekor. Saat terbang, ia terlihat memiliki tampilan sayap panjang, garis-garis ekor yang tidak rata, kepala yang kecil, serta tubuh dan bawah sayap yang bergaris rapat. Memiliki kepala dan paruh yang lebih kecil, tetapi dengan sayap lebih panjang dari elang sulawesi yang berpola mirip. Sikep-madu juga berbeda dari pahanya yang tidak berbulu dan ekornya yang tidak rata.[2]
Taksonomi
Pernis celebensis dan P. steerei (del Hoyo dan Collar 2014) sebelumnya dikelompokkan sebagai P. celebensis menurut Sibley dan Monroe (1990, 1993). Spesies ini bersifat monotipe atau tidak ada subspesies yang dikenali.[4][5]
Sebaran dan habitat
Burung ini tidak umum, tapi tersebar di beberapa daerah terbatas. Ia menghuni empat pulau utama di Sulawesi, yakni Sulawesi, Peleng, Muna, dan Buton.[6]
Spesies ini hidup di hutan primer dan tepi hutan, terutama di perbukitan atau pegunungan sampai ketinggian 1100 m, meski terkadang juga ditemukan di dataran rendah dengan ketinggian diatas 250 m. Burung ini pemalu, seringkali bertengger di dahan yang tersembunyi. Terkadang terlihat berjalan di permukaan tanah.[3]
Perilaku
Vokalisasi
Lebih banyak diam. Pada musim berbiak, ia mengeluarkan suara teriakan memanggil yang keras. Menurut situs e-Bird, burung ini terkadang mengeluarkan satu nada "kew" yang terdengar menyedihkan.[2]
Perkembangbiakannya belum banyak diketahui. Satu individu betina pernah terekam dalam kondisi siap berbiak pada bulan September di Sulawesi. Masa pengeraman dan anak mulai bisa meninggalkan sarang tidak diketahui.[6] Menurut sumber yang lain, burung ini bertelur pada bulan Mei, dengan jumlah telur antara 1-2 butir.[3]