Sidoarjo (atau sering disebut Sidoarjo Kota) adalah kecamatan di Kabupaten Sidoarjo yang berperan sebagai ibu kota kabupaten. Kecamatan ini terletak di jalur strategis yang menghubungkan Kota Surabaya di utara dengan Malang dan Pasuruan dan selatan. Sidoarjo merupakan kecamatan dengan kepadatan penduduk tinggi dengan jumlah penduduk lebih dari 200 ribu jiwa pada tahun 2024.[1] Sidoarjo adalah pusat ekonomi kabupaten dengan banyaknya pusat perbelanjaan modern hingga industri besar. Kecamatan Sidoarjo memiliki infrastruktur yang lengkap seperti Stasiun Sidoarjo, rumah sakit, gelanggang olahraga (termasuk Stadion Gelora Delta), taman kota, dan pusat peribadatan.
Jalur utama di kecamatan ini adalah jalan nasional yang menghubungkan Surabaya dengan Malang seperti Jalan Jenggolo. Jalan tersebut melintasi alun-alun serta pusat pemerintahan. Jalur penting lainnya adalah Jalan Lingkar Timur yang terdapat Mal Pelayanan Publik, pasar ikan, serta kawasan industri terbesar di kecamatan ini yaitu Sidoarjo Rangkah Industrial Estate (SiRIE). Sedangkan ke arah barat terdapat kawasan bundaran besar di sekitar GOR dan jika terus ke barat terdapat Gerbang Tol Sidoarjo di ruas Jalan Tol Surabaya–Gempol. Beberapa wilayah di kecamatan ini berada di barat tol seperti Cemeng Kalang, Suko, dan Lebo yang terdapat jalan penghubung menuju Sidoarjo bagian barat seperti Krian.
Geografi
Peta administrasi Sidoarjo
Sidoarjo adalah kecamatan di Kabupaten Sidoarjo yang terletak di timur. Geografinya berupa dataran rendah dan wilayahnya memanjang dari perbatasan Wonoayu hingga Selat Madura. Sebagian besar wilayahnya berupa kawasan urban padat penduduk dan banyak industri, kecuali bagian timurnya yang banyak ditemukan areal tambak. Dengan bertambahnya jumlah penduduk, kawasan urban di kecamatan ini melebar ke kecamatan sekitarnya seperti Candi dan Buduran. Walaupun merupakan ibu kota kabupaten, tetapi masih terdapat kampung-kampung terpencil yang berada di tengah tambak seperti Kalikajang dan Pucukan.
Batas wilayah Kecamatan Sidoarjo adalah sebagai berikut:[1]
Sejarah Kecamatan Sidoarjo berkaitan erat dengan terbentuknya Kabupaten Sidokare (Regentschap Sidokarie). Kabupaten ini terbentuk berdasarkan surat Gubernur Jenderal Belanda tahun 1859 dan merupakan pemisahan dari Kabupaten Surabaya. Kabupaten Sidokare mencakup Distrik Djenggolo I, II, III, IV dan Rawapoeloe I dan II. Bupati pertama Sidokare adalah RTP. Tjokronegoro I yang dimakamkan di komplek Makam Asri Hing Pendhem belakang Masjid Agung Sidoarjo.[2] Selanjutnya, nama kabupaten diubah menjadi Kabupaten Sidoarjo dan distrik atau kawedanan ditata ulang menjadi Kawedanan Sidoarjo, Taman, Krian, dan Porong. Kawedanan Sidoarjo berpusat di Kecamatan Sidoarjo dan mencakup Kecamatan Sidoarjo, Candi, dan Buduran.[3]
Daftar kelurahan, desa, dan dusun
Kecamatan Sidoarjo terdiri dari 10 desa dan 14 kelurahan yang dibagi menjadi beberapa rukun warga (RW) dan rukun tetangga (RT), yakni sebagai berikut: