Pitung bak koboi yang menyelesaikan satu masalah dan pergi. Si Pitung yang berguru pada H. Naipin, mendapat kekuatan untuk melawan penindasan yang dilakukan para tuan tanah terhadap rakyat kecil. Dengan bantuan sahabatnya, Dji'ih, ia menghajar centeng-centeng bayaran para tuan tanah, begitu juga opas-opas kompeni. Untuk membantu orang-orang kampung, Pitung dan Dji'ih merampok rumah Baba Long Seng, seorang tuan tanah yang mengambil sawah-sawah rakyat. Hasil rampokan itu kemudian dibagi-bagikannya kepada orang-orang kampung yang susah. Komandan Polisi Kompeni, mendapat jalan untuk menghalangi Pitung, yakni dengan menangkap orang-orang yang dekat dengan Pitung. Pitung kemudian menyerahkan diri dan dipenjara. Berkat bantuan Dji'ih dan ilmu tenaga dalam yang dimilikinya, ia berhasil lolos dari penjara. Di akhir cerita, Kompeni menculik Aisyah untuk dijadikan istri ketiga Demang Meester. Pada saat pesta akan berlangsung Pitung berhasil melarikan kekasihnya itu, sambil berkata bahwa akan pergi ke tempat orang-orang yang membutuhkan.[1]