Di dalam Kitab Kejadian tercatat bahwa Ishak pernah tinggal di Gerar. Ketika ia menjadi makmur dan banyak hartanya, Abimelekh (raja Gerar) berkata kepada Ishak: "Pergilah dari tengah-tengah kami sebab engkau telah menjadi jauh lebih berkuasa daripada kami."[5] Jadi pergilah Ishak dari situ dan berkemahlah ia di lembah Gerar, dan ia menetap di situ.[6] Waktu itu segala sumur yang digali dalam zaman Abraham, ayah Ishak, oleh hamba-hamba ayahnya itu, telah ditutup oleh orang Filistin dan ditimbun dengan tanah.[7] Kemudian Ishak menggali kembali sumur-sumur yang digali dalam zaman Abraham, ayahnya, dan yang telah ditutup oleh orang Filistin sesudah Abraham mati; disebutkannyalah nama sumur-sumur itu menurut nama-nama yang telah diberikan oleh ayahnya. Ketika hamba-hamba Ishak menggali di lembah itu, mereka mendapati di situ mata air yang berbual-bual airnya. Lalu bertengkarlah para gembala Gerar dengan para gembala Ishak. Kata mereka: "Air ini kepunyaan kami." Dua sumur pertama di mana mereka bertengkar masing-masing dinamai Ishak Esek dan Sitna.[8] Di sumur ketiga mereka tidak bertengkar sehingga Ishak menamai sumur itu Rehobot.[9] Selanjutnya Ishak berangkat ke Bersyeba. Sementara hamba-hambanya menggali sumur, datanglah Abimelekh dari Gerar mendapatkannya, bersama-sama dengan Ahuzat, sahabatnya, dan Pikhol, kepala pasukannya. Mereka berkata kepada Ishak: "Kami telah melihat sendiri, bahwa TUHAN menyertai engkau; sebab itu kami berkata: baiklah kita mengadakan sumpah setia, antara kami dan engkau; dan baiklah kami mengikat perjanjian dengan engkau, bahwa engkau tidak akan berbuat jahat kepada kami, seperti kami tidak mengganggu engkau, dan seperti kami semata-mata berbuat baik kepadamu dan membiarkan engkau pergi dengan damai; bukankah engkau sekarang yang diberkati TUHAN." Kemudian Ishak mengadakan perjamuan bagi mereka, lalu mereka makan dan minum. Keesokan harinya pagi-pagi bersumpah-sumpahanlah (bahasa Ibrani:וישבעוcode: he is deprecated , wa·yi·syā·ḇə·‘ū) mereka. Kemudian Ishak melepas mereka, dan mereka meninggalkan dia dengan damai. Pada hari itu datanglah hamba-hamba Ishak memberitahukan kepadanya tentang sumur yang telah digali mereka, serta berkata kepadanya: "Kami telah mendapat air." Lalu dinamainyalah sumur itu Syeba. Sebab itu nama kota itu adalah Bersyeba.[10]
Syeba lainnya dalam Alkitab
Ham memperanakkan Kush memperanakkan Raema memperanakkan Syeba dan Dedan