Berdasarkan Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan dari Kemendagri, Desa Setro mempunyai kode 35.25.13.2020.[4]
Demografi
Adapun menurut data BPS Kab. Gresik yang dipublikasikan dalam Kecamatan Menganti dalam Angka 2025[2], Desa Setro memiliki jumlah penduduk laki-laki: 2.966 jiwa, dan jumlah penduduk perempuan: 3.046 jiwa.
Sejarah
Asal-usul Nama dan Pendirian
Nama "Setro" berasal dari kata Jawa Kuno setra atau ksetra yang berarti 'tanah lapang suci' atau 'tanah perdikan'.[5] Desa ini dibabat sekitar tahun 1550–1600 M oleh Kyayi Ageng Setra I yang bernama asli Ki Gaib atau Arya Banding, putra Arya Terung (Adipati Sengguruh II) Arya Terung putra Raden Koesen Adipati Terung dan cucu Brawijaya V Majapahit.[5] Pusat perdikan awal berada di kawasan tanah tinggi yang kini disebut Ringin, Samoan/Pasewakan, dan Ngaglik.
Silsilah Kepemimpinan
Kepemimpinan Setro diteruskan oleh Kyayi Ageng Setra II / Ki Ketib, lalu Kyayi Ageng Temasik I / Ki Tempel, dan Kyayi Ageng Temasik II / Ki Muruk. Pada awal abad ke-17, Kyayi Ageng Setra III / Ki Kemis memindahkan pusat desa ke timur-selatan dan diangkat menjadi Lurah Gresik oleh Panembahan Mas Witana dari Mataram.[5] Ki Kemis menikah dengan Nyimas Ayu, putri Kyayi Ageng Gulu, Bekel Gresik. Dari pernikahan ini lahir Bagus Puspadiwangsa yang kemudian menjadi Kyayi Tumenggung Poesponegoro, Bupati Gresik pertama.[5]