Sesar Ciremai atau Patahan Ciremai adalah sesar geser aktif yang membentang sekitar 20-49 km di wilayah Kabupaten Kuningan dan Majalengka, Jawa Barat. Sesar ini memiliki tipe pergerakan strike-slip atau patahan geser. Sesar ini berpotensi memicu gempa bumi dengan magnitudo maksimum mencapai 6,5 di sekitar Gunung Ciremai.[1] Patahan tersebut bertanggung jawab atas beberapa guncangan sedang, terutama gempa bumi bermagnitudo 4.1 Mw pada 25 Juli 2024.[2]
Geologi
Sesar Ciremai memiliki panjang perkiraan sekitar 20 hingga 49km, dan melintasi beberapa kecamatan di Majalengka seperti Kecamatan Maja, dan Argapura, serta kecamatan di Kuningan, seperti Kecamatan Cigugur, dan Kramatmulya.[3] Sesar ini merupakan bagian dari sistem sesar Baribis segmen Ciremai, dan merupakan struktur geologi muda yang aktif, sejak masa Holosen hingga saat ini.[4]