Lagu-lagu senja merujuk pada gaya musik independenIndonesia yang biasanya dibawakan dengan aransemen akustik minimalis (seringkali hanya gitar akustik, bas senar, atau perkusi lembut) atau sentuhan ambient sederhana. Liriknya dikenal puitis dan melankolis, menghadirkan rasa kontemplasi yang mendalam, tetapi tetap terasa menenangkan. Secara tematis, lagu-lagu indie senja sering kali bercerita tentang cinta, kenangan, alam (misalnya senja, hujan, kopi), dan refleksi pribadi dengan bahasa estetis dan metaforis. Gaya musik ini sering disebut sebagai indie-folk Indonesia atau folk-pop karena sangat dipengaruhi oleh folk akustik bergaya balada.[1]