Senggani adalah perdu tegak setinggi 0,5m - 4m yang bercabang banyak dan dapat tumbuh pada tempat-tempat yang mendapat cukup sinar matahari seperti di lereng gunung, semak, lapangan yang tidak terlalu gersang, atau ditanam di daerah objek wisata sebagai tanaman hias pada ketinggian sampai 1.650 di atas permukaan laut.[4]
Daunnya tunggal, bertangkai, letaknya berhadapan bersilang dan berbentuk bulat telur dengan ujung lancip, permukaannya berambut pendek yang jarang dan kaku sehingga teraba kasar, serta memiliki tiga tulang daun yang melengkung.[4]
Bunganya keluar di ujung cabang, berupa malai rata dengan jumlah bunga tiap malai 4-18 yang berwarna ungu kemerahan.[4]
Ekstrak senggani dapat digunakan untuk zat analgetik sebagai penghilang rasa sakit, peluruh kemih, menghilangkan pembengkakan serta menghentikan pendarahan.[4] Buah senggani dapat dimakan, mengandung antioksidan yang tinggi karena tinggi antosianin (zat berwarna ungu). Daun muda senggani ditambahkan pada rebusan daun pepaya untuk menghilangkan rasa pahit pada daun pepaya.[butuh rujukan]
Referensi
↑Agcaoilli, John Michael; Barcelona, Julie F. & Pelser, Pieter B. (March 2020). "Melastoma malabituin (Melastomaceae): a new species from northern Luzon, Philippines". Phytotaxa. 435 (1). doi:10.11646/phytotaxa.435.1.3. S2CID216248091.
↑"Melastoma L."Plants of the World Online. Diakses tanggal 3 November 2020.