Wrap (diterjemahkan secara harafiah "Bungkus"), sebagaimana digunakan dalam ungkapan "That's a wrap", telah dipakai oleh para sutradara sejak masa awal industri film untuk menandai berakhirnya proses pengambilan gambar. Istilah ini diibaratkan seperti membungkus sesuatu yang telah selesai dikerjakan, yang dalam hal ini ditujukan pada proses syuting. Istilah ini dalam dunia perfilman telah digunakan sejak tahun 1920-an, para pembuat film menggunakan ungkapan ini ketika pengambilan gambar utama atau proses syuting selesai dan film siap memasuki tahap pascaproduksi.[1][2]
Pada tahap tersebut, secara tradisional diadakan sebuah wrap party (pesta selesai syuting) untuk para pemeran dan kru film.[3][4] Hal ini menandai berakhirnya kerja sama para aktor dengan sesama pemeran, sutradara, produser, dan kru dalam sebuah film (kecuali untuk kemungkinan sulih suara atau pengambilan tambahan). Namun, pemeran utama dapat dipanggil kembali beberapa bulan atau bahkan bertahun-tahun kemudian untuk membantu mempromosikan film ketika sudah siap ditayangkan.
Ungkapan yang sudah lama dikenal seperti "Let's wrap it up" atau "Time to wrap things up" diyakini sebagai asal-usul istilah ini. Kata "wrap" kadang disebut sebagai akronim dari "wind, reel, and print". Proses pencetakan biasanya dilakukan di akhir setiap hari pengambilan gambar (atau kapan pun diperlukan, biasanya secepat mungkin demi keamanan hasil gambar), bukan di akhir keseluruhan produksi. Hal ini ditunjukkan melalui penggunaan ungkapan "cut and print", yang berarti permintaan agar film yang baru saja diambil segera "dicetak" (negatif dikembangkan dan dipindahkan ke cetakan positif) untuk ditinjau.[5] Film tidak digulung atau diputar ulang di akhir pengambilan gambar, melainkan dikeluarkan dari kamera dan disimpan dalam kaleng, yang menjadi asal ungkapan "It's in the can".
Ungkapan "That's a wrap!" juga dapat terdengar dalam konteks serupa seperti pemotretan.
Beberapa sutradara juga mengumumkan "wrap" untuk setiap aktor ketika pekerjaan mereka selesai (misalnya, "That's a wrap for John Doe").
↑Macaulay, Scott (10 Agustus 2015). "10 Lessons on Filmmaking from Roger Corman | Filmmaker Magazine". Filmmaker Magazine | Publication with a focus on independent film, offering articles, links, and resources. (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2 Juli 2022.
Pranala luar
Safire, William (2005-02-27). "'It's A Wrap'". The New York Times (dalam bahasa American English). ISSN0362-4331. Diakses tanggal 2018-12-10.