Segati merupakan salah satu desa yang ada di kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, provinsi Riau, Indonesia. Di lokasi ini dulunya terdapat sebuah kerajaan yang bernama Kerajaan Segati. Kerajaan ini terletak di pinggir sungai Segati.
Desa Segati berawal dari sebuah kerajaan yang dipimpin oleh seorang datuk yang bernama Datuk Batin Mudo Langkan Segati. Pada masa kerajaan tersebut, daerah Segati disebut dengan Laut Suko Hati dimana ia terbagi atas dua wilayah: Laut Suko Hati Kekanan dan Laut Suko Hati Kekiri.
Setelah berakhirnya masa Kerajaan Segati, wilayah Segati berubah nama menjadi Pangkalan Kubuh bersamaan dengan kedatangan nenek moyang suku Melayu. Nama Pangkalan Kubuh sendiri disematkan kepada Dusun Satu (Segati Dalam/Segati Subur).
Pangkalan Kubuh akhirnya berubah nama menjadi Desa Segati setelah kemerdekaan Negara Republik Indonesia.
Sejarah Kepemimpinan
Sejarah kepemimpinan di desa Segati dari awal terbentuk hingga saat ini adalah sebagai berikut:
Secara geografis, desa Segati terletak pada 0,1533 Lintang Selatan dan 101,674 Bujur Timur. Desa Segati terletak pada ketinggian 39 meter di atas permukaan laut
Batas wilayah
Desa/Kelurahan sebelah utara: Desa Tambak dan Sotol
Desa/Kelurahan sebelah selatan: Situgal
Desa/Kelurahan sebelah timur: Langkan dan Pangkalan Gondai
Dari segi demografis, masyarakat desa Segati dapat dikelompokkan ke dalam beberapa bagian, yakni sebagai berikut:
Jumlah penduduk berdasarkan jenis kelamin
Jumlah Kepala Keluarga: 3.870 KK
Jumlah penduduk laki-laki: 5.377 jiwa
Jumlah penduduk perempuan: 4.593 jiwa
Jumlah keseluruhan penduduk: 9.970 jiwa
Tingkat pendidikan
Tamat SD/sederajat: 1.093 orang
SMP: 1.221 orang
SMA: 3.093 orang
S1/Diploma: 210 orang
Tidak/belum sekolah: 4.260 orang
Buta huruf: 93 orang
Kondisi Sosial
Desa Segati diklasifikasikan ke dalam desa swadaya, yang berarti desa ini masih kental dengan nilai-nilai tradisional yang dianut dan kebudayaan serta kearifan lokal yang masih terjaga dengan baik. Hal ini merupakan salah satu kelebihan dari desa Segati untuk terus teguh menjalankan tradisi yang dimiliki.
Desa Segati juga dikategorikan sebagai desa mula. Dalam hal ini, yang dimaksud dengan desa mula adalah desa yang masih memerlukan prioritas penanganan dalam pemenuhan kebutuhan dasar seperti ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Tiga hal tersebut merupakan permasalahan utama di desa Segati yang hendak dituntaskan pemerintah desa dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan serta pemberian bantuan yang diharapkan dapat menunjang kehidupan seluruh masyarakat desa Segati dalam memperbaiki taraf hidup mereka masing-masing.
Desa Segati kaya dengan potensi-potensi yang perlu dikembangkan untuk kemajuan desa. Potensi-potensi yang ada berasal dari alam desa Segati maupun masyarakat nya sendiri. Semua potensi yang ada memiliki peluang untuk membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat desa Segati yang sebagian besar bermata pencaharian di bidang perladangan. Potensi-potensi yang dimiliki desa Segati di antaranya:
Potensi sumber daya alam
Pasir, kerikil, tanah timbun, krokos, perkebunan karet, perkebunan sawit, hutan, peternakan, perikanan, sungai, dan lain-lain
Potensi sumber daya manusia
Aparatur desa, BPD, kelembagaan desa, Lembaga Kemasyarakatan Desa, kader desa, kader posyandu, kader PKK, pendamping desa, tenaga pendidik, tokoh agama dan tokoh adat, penyuluh pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, aparat keamanan (linmas), pemuda, klub-klub olahraga
Sumber daya sosial
Majelis taklim, wirid yassin, pengajian akbar, adat istiadat, kesenian traadisional, guru-guru agama (Ustadz/Ustadzah), fasilitas Pendidikan agama, fasilitas umum, fasilitas pendidikan umum, peringatan hari besar agama
Sumber daya ekonomi
Lahan Perkebunan, kolam ikan, BUM Desa, pasar desa, pedagang dan swasta, home industry, sarana produksi lainnya