Sedati adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Sidoarjo. Sedati dikenal sebagai lokasi Bandar Udara Internasional Juanda yang merupakan salah satu bandara terbesar di Indonesia. Bandara ini melayani penerbangan ke berbagai wilayah di Indonesia hingga luar negeri. Bandara Juanda sendiri merupakan aset dari Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) TNI AL.[1] Di kawasan ini juga terdapat markas TNI AL yang dilengkapi dengan komplek rumah dinas, rumah sakit, fasilitas olahraga, sekolah, dan lainnya.
Salah satu pusat ekonomi kecamatan ini berada di sepanjang jalan yang melintas dari selatan di Betro hingga utara di Pabean. Jalur tersebut berlanjut ke arah utara menuju Tropodo hingga Rungkut di Surabaya.[2] Sedangkan ke arah barat, Sedati terdapat jalur ke arah Gedangan, salah satunya melalui jalan akses Bandara Juanda atau Jalan Raya Betro.[3]
Sedati terletak di utara dan merupakan kecamatan terluas kedua di Sidoarjo setelah Jabon yaitu sekitar 79 km².[4] Sebagian besar wilayahnya merupakan kawasan tambak di pesisir Selat Madura. Hal itu membuat Sedati menjadi salah satu sentra perikanan di Sidoarjo, dengan ikonnya adalah pelabuhan nelayan, wisata pemancingan, serta Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Juanda (atau juga dikenal sebagai TPI Kalanganyar).[5][6]
Geografi
Peta administrasi Sidoarjo
Sedati adalah kecamatan yang terletak di Kabupaten Sidoarjo bagian utara. Sedati merupakan salah satu kecamatan terluas di Sidoarjo. Geografi kecamatan ini berupa dataran rendah dengan bagian baratnya merupakan kawasan urban yang padat penduduk karena lokasinya yang dekat dengan Kota Surabaya. Sedangkan bagian timurnya didominasi oleh kawasan tambak di tepian Selat Madura.
Kecamatan ini masih terdapat areal mangrove yang luas walaupun luasnya terus mengecil.[7] Kawasan tambak di Sedati juga semakin menyempit dengan melebarnya perumahan dari arah barat menuju ke timur. Desa-desa di timur Sedati yang dikelilingi tambak di antaranya Kalanganyar, Tambak Cemandi, dan Banjar Kemuning. Selain untuk perikanan, tambak di Sedati juga digunakan untuk produksi garam.[8][9]
Batas wilayah Kecamatan Sedati adalah sebagai berikut:[4]
Desa Cemandi di Kecamatan Sedati memiliki kesenian unik yaitu Reog Cemandi. Berbeda dari jenis reog lainnya seperti Reog Ponorogo, kesenian ini mengutamakan pertunjukkan dengan kendang, angklung, serta topeng barongan. Reog Cemandi awalnya merupakan bentuk perlawanan terhadap penjajah Belanda sekaligus sarana dakwah, dan sampai sekarang masih tetap dilestarikan. Jumlah pemain dalam pertunjukan Reog Cemandi sekitar 13 orang. Mereka terdiri dari penari barongan, penabuh kendang, serta pemain angklung. Dalam pertunjukan ini, terdapat dua tokoh utama yang ditampilkan melalui topeng barongan, yaitu Barongan Lanang dan Barongan Wadon.[12]