Diagram tipe antena serangga. Scapus (scape) adalah segmen paling dasar yang menghubungkan antena ke kepala.
Scapus atau skapus adalah bagian pertama (proksimal) dari antena pada serangga dan beberapa arthropoda lainnya. Struktur ini merupakan satu dari tiga segmen utama antena: scapus, pedicel, dan flagelum. Dalam banyak kelompok serangga, scapus berfungsi sebagai titik engsel yang menghubungkan antena dengan bagian kepala, dan berperan penting dalam pergerakan serta orientasi sensorik antena.
Struktur dan fungsi
Scapus umumnya lebih besar dan tebal dibandingkan segmen antena lainnya. Ia melekat pada soket antena (antennal socket) melalui membran fleksibel yang disebut torulus. Gerakan scapus dikendalikan oleh otot-otot yang terhubung langsung ke kepala, memungkinkan antena berputar atau digerakkan ke berbagai arah.
Pedicel dan flagelum biasanya tidak memiliki otot internal dan hanya digerakkan secara pasif melalui sendi dan pergerakan scapus.[1]
Peran dalam sistem sensorik
Scapus sering kali dilengkapi dengan sensila, yaitu struktur sensorik halus yang memungkinkan serangga mendeteksi perubahan lingkungan, seperti gerakan udara, getaran, bau, dan kelembapan. Kombinasi antara scapus dan pedicel sangat penting dalam fungsi organ Johnston, struktur sensorik kompleks yang terdapat pada pedicel serangga seperti lalat dan nyamuk.[2]
Variasi morfologi
Bentuk dan ukuran scapus dapat sangat bervariasi antar kelompok serangga. Misalnya, pada semut jantan (Formicidae), scapus relatif pendek, sementara pada semut pekerja sering kali memanjang untuk meningkatkan kepekaan sensorik. Variasi ini sering digunakan sebagai ciri taksonomi dalam identifikasi spesies serangga, terutama dalam ordo seperti Hymenoptera dan Coleoptera.
Etimologi
Kata "scapus" berasal dari bahasa Latin yang berarti "batang" atau "poros". Dalam bahasa zoologi, istilah ini telah digunakan sejak abad ke-19 untuk menggambarkan segmen basal antena serangga.
↑Chapman, Alan D. (2013). The Insects: Structure and Function (Edisi 5th). Cambridge University Press. hlm.76–78. ISBN978-1107668188.
↑Yack, Jayne E. (2002). "The structure and function of auditory chordotonal organs in insects". Microscopy Research and Technique. 56 (5): 313–322. doi:10.1002/jemt.10041.