Sinopsis
Dono, Kasino, dan Indro bekerja sebagai pelayan di rumah makan milik orang tua Yuli, kekasih Kasino. Ketiganya bukan pelayan biasa, melainkan secara khusus bertugas menghadapi Pak Soleh, pemilik rumah makan pesaing yang kerap mengganggu usaha ayah Yuli.
Berbagai peristiwa yang mereka alami dalam menghadapi ulah Pak Soleh disajikan sebagai komedi fisik, seperti adegan saling bergantian menangkap tikus yang jatuh dari loteng. Pada akhirnya, tindakan Pak Soleh menarik perhatian wartawan dan pihak kepolisian, yang berujung pada penangkapannya. Dono, Kasino, dan Indro pun merayakan kejadian tersebut.
Namun, Pak Soleh kemudian muncul kembali dalam sebuah pertunjukan sulap. Pada bagian akhir pertunjukan, ia meminta dompet para penonton, termasuk dompet milik Trio Warkop DKI. Upaya mereka untuk meminta kembali dompet tersebut tidak membuahkan hasil. Dompet-dompet itu akhirnya dikembalikan oleh anak buah Pak Soleh, tetapi dalam keadaan kosong.
Trio Warkop DKI kemudian menuntut pengembalian uang mereka kepada Pak Soleh, tetapi kembali tidak berhasil. Sebagai gantinya, Pak Soleh memberi mereka sebuah mobil berbentuk kapal. Tanpa sepengetahuan mereka, kendaraan tersebut dilepaskan dari Jeep milik Pak Soleh yang sebelumnya mereka tumpangi, sehingga menyebabkan Dono, Kasino, dan Indro tercebur ke sebuah telaga.