Saur Sepuh: Satria Madangkara adalah film Indonesia tahun 1988. Film ini disutradarai oleh Imam Tantowi dan dibintangi oleh Fendy Pradana dan Harto Kawel.
Bhre Wirabhumi, putra Hayam Wuruk dari selir, menuntut hak sebagai RajaMajapahit yang saat itu diperintah Wikramawardhana, menantu Hayam Wuruk. Untuk menandingi Majapahit, Bhre Wirabhumi mendirikan Kerajaan Pamotan dan mencari dukungan dari kerajaan-kerajaan sahabat Majapahit. Brama Kumbara dari Kerajaan Madangkara mencoba mendamaikan perselisihan ini. Yang terjadi kemudian malah salah paham, hingga utusan Brama terbunuh. Kumbara lalu menyamar sabagai Satria Madangkara dan berhasil membunuh pembunuh utusannya. Celakanya, kekasih pembunuh tadi, Lasmini, menuntut balas lagi dengan menculik istri Brama. Konflik-konflik ini memuncak pada Perang Paregreg antara Majapahit dan Pamotan dalam sebuah adegan . kolosal.[1]