Pada gambar (a) tampak kristal ortorombik dari virus mosaik tembakau satelit (STMV) dengan panjang lebih dari 1,5mm, sekitar 30 kali lipat volume kristal STMV terbesar yang pernah ditumbuhkan di Bumi. Kristal ini dikembangkan menggunakan instrumen Cryostat di Laboratorium Mikrogravitasi Internasional-1. Gambar (b) menunjukkan kristal kubik berukuran sebanding dari virus yang sama, yang kembali melampaui ukuran kristal mana pun yang pernah dihasilkan di laboratorium di Bumi.
Satelit adalah agen subviral yang terdiri dari asam nukleat dan menginfeksi sel inang bersama dengan viruspembantu atau master agar dapat melipatgandakan jumlahnya. Satelit yang menyandikan lapisan protein tempat tersimpannya asam nukleat disebut virus satelit, sementara virus satelit mamavirus yang menghalangi replikasi inangnya disebut virofag.[1] Namun, penggunaan istilah ini masih diperdebatkan karena tidak banyak perbedaan antara virofag dengan virus satelit klasik.[2]
Panjang genom suatu satelit dapat mencapai lebih dari 359 nukleotida (genom Satellite Tobacco Ringspot Virus RNA).[3]
Catatan kaki
↑Bernard La Scola, Christelle Desnues, Isabelle Pagnier, Catherine Robert, Lina Barrassi, Ghislain Fournous, Michèle Merchat, Marie Suzan-Monti, Patrick Forterre, Eugene Koonin and Didier Raoult (2008). "The virophage as a unique parasite of the giant mimivirus". Nature. 455 (7205): 100. doi:10.1038/nature07218. PMID18690211. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
↑Wayne L. Gerlach, Jamal M. Buzayan, Irving R. Schneider, George Bruening (1986). "Satellite Tobacco Ringspot Virus RNA: Biological Activity of DNA Clones and Their in Vitro Transcripts". Virology. 151: 172–185. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)