Desa Santing terdiri dari 3 Rukun Warga (RW) dan 16 Rukun Tetangga (RT), Desa Santing memiliki Tujuh (7) Blok pemukiman yakni blok Bojong Genting, blok Balai Desa, blok Kulon/ Ujung Jaya, blok Karang Turi, blok Sinjam, blok Karanganyar dan blok Kertajadi, dengan batas Desa: Sebelah Barat Kecamatan Kandanghaur, Sebelah Timur Desa Muntur, sebelah Selatan Desa Muntur, dan sebelah Utara Desa Losarang.
Latar belakang kehidupan masyarakat Desa Santing adalah Agraris, dengan presentase 80% masyarakat terlibat dalam sektor pertanian (Pemilik lahan dan buruh) dan yang 20% sebagai TNI/Polri, ASN/PNS, swasta dan pedagang.
Sejarah Pembentukan Desa Santing:
Dahulu Santing merupakan bagian dari Desa Muntur yang memiliki wilayah cukup luas dengan pemukiman penduduk yang menyebar dalam beberapa blok (pecantilan). Seiring pertumbuhan penduduk dan perkembangan disetiap Pecantilan tersebut, maka pada tahun 1980 di lakukan pemekaran atau pemisahan diri dari Desa Muntur. Sehingga pada Hari Jum'at (Kliwon) tanggal 13 Juni 1980 (29 Rajab 1400H) nama Desa Santing terbentuk resmi menjadi sebuah desa, dengan bekel saat itu adalah H.Sarma dan yang ditunjuk sebagai Kuwu atau Kepala Desa (Kades) pertama yakni Bapak Carboni (PJ). Kemudian pada tahun 1983 mulai diadakan pemilihan Kuwu/ Kades pertama. Nama Desa Santing sendiri diambil dari salah satu Candra dalam Serat kuno setempat, yang dalam Tutur (getok tular) budaya setempat nama Santing lebih dulu ada sebelum Desa Muntur berdiri.
Berikut Nama-Nama Kuwu/Kades yang pernah memimpin:
Carboni (PJ): Tahun 1980-1982
Sartama: Tahun 1983-1994
H.Dullah: Tahun 1994-2002
H.Tursikam: Tahun 2002-2012
Karman: Tahun 2012-2018
Hj.Sairoh Rojak: Tahun 2018 - 2024
Lembaga Pendidikan di Desa Santing:
MDA Desa Santing
SD Negeri Santing 1-2
SMK Negeri Losarang
SMP/SMK NU Losarang
SMP Annur Losarang
ITS NU Losarang
Potensi Agraris Desa Santing:
Pertanian: Penghasil komoditas padi dan palawija sebagai sektor utama dan andalan kehidupan masyarakat dengan status tanah tadah hujan
Garam: Penghasil Garam Rakyat dengan cara pembuatan masih konvensional
Perikanan: Penghasil komoditas perikanan (lele, gurame, nila dan udang)
Perkebunan: Penghasil komoditas hasil perkebunan
Peternakan: Penghasil komoditas peternakan (Ayam, Kambing dan Sapi)
Industri dan Perusahaan:
Pertanian: Penggilingan Padi swasta dan milik rakyat
Garam: PT. Sumatraco, perusahaan swasta milik rakyat dan Koperasi