ENSIKLOPEDIA
Sanggau
Kabupaten Sanggau
Sangau , Sungai Sanggau | |
|---|---|
![]() Peta | |
| Koordinat: 0°06′N 110°36′E / 0.1°N 110.6°E / 0.1; 110.6 | |
| Negara | |
| Provinsi | Kalimantan Barat |
| Tanggal berdiri | - |
| Dasar hukum | Undang–undang Darurat Nomor 3 Tahun 1953 |
| Hari jadi | 7 April 1616[1] |
| Ibu kota | Kapuas[2] |
| Jumlah satuan pemerintahan | Daftar
|
| Pemerintahan | |
| • Bupati | Yohanes Ontot |
| • Wakil Bupati | Susana Herpena |
| • Sekretaris Daerah | Aswin Khatib |
| • Ketua DPRD | Hendrikus Hengki |
| Luas | |
| • Total | 12.857,70 km2 (4,964,39 sq mi) |
| Populasi | |
| • Total | 497.023 |
| • Kepadatan | 39/km2 (100/sq mi) |
| Demonim | Dayak, Melayu, Tionghoa, Jawa |
| Demografi | |
| • Agama | |
| • Bahasa | Indonesia, Dayak, Melayu Sanggau |
| • IPM | Sedang[4] |
| Zona waktu | UTC+07:00 (WIB) |
| Kode pos | |
| Kode BPS | |
| Kode area telepon | +62 564 dan +62 563 |
| Pelat kendaraan | KB xxxx D* |
| Kode Kemendagri | 61.03 |
| APBD | - |
| DAU | Rp 849.509.085.000,- (2020) |
| Semboyan daerah | Sanggau Bangga Mengukir Sejarah |
| Flora resmi | Sabang Merah |
| Fauna resmi | Kuau Raja, Kucing Dahan, dan Arwana. |
| Situs web | www |
Kabupaten Sanggau adalah salah satu Daerah Tingkat II di Provinsi Kalimantan Barat Indonesia. Ibu kotanya adalah Kapuas. Pada pertengahan tahun 2024, jumlah penduduk Kabupaten Sanggau sebanyak 497.023 jiwa.[3][5]
Kabupaten Sanggau terletak di tengah-tengah dan berada di bagian utara Provinsi Kalimantan Barat, dengan luas daerah 12.857,70 km² dan kepadatan penduduk 29 jiwa per km². Letak geografis Kabupaten Sanggau berada di antara 1° 10" LU dan 0° 35" LS serta di antara 109° 45", 111° 11" BT.[butuh rujukan]
Sejarah
Pada kontrak 1756, Sultan Tamjidullah I dari Banjarmasin dengan VOC-Belanda mendaftarkan Sanggau dalam wilayah pengaruh Kesultanan Banjarmasin.[6][7] Menurut Staatsblad van Nederlandisch Indië tahun 1849, wilayah ini termasuk dalam wester-afdeeling berdasarkan Bêsluit van den Minister van Staat, Gouverneur-Generaal van Nederlandsch-Indie, pada 27 Agustus 1849, No. 8.[8]
Geografis
Batas Wilayah
Kabupaten Sanggau memiliki batas-batas wilayah sebagai berikut:[butuh rujukan]
| Utara | Serian, Sarawak, Malaysia Timur |
| Timur | Kabupaten Sintang dan Kabupaten Sekadau |
| Selatan | Kabupaten Ketapang |
| Barat | Kecamatan Jelimpo, Kabupaten Landak |
Iklim
Kabupaten Sanggau beriklim tropis dengan rata-rata curah hujan tertinggi mencapai 196 mm terjadi pada bulan Januari dan terendah mencapai 54 mm terjadi pada bulan Juli. Pada umumnya Kabupaten Sanggau merupakan daerah dataran tinggi yang berbukit dan rawa-rawa yang dialiri oleh beberapa sungai seperti Sungai Kapuas dan Sungai Sekayam.[butuh rujukan]
Topografi
Adapun jenis tanah yang terdapat di Kabupaten Sanggau adalah jenis podsolik yang hampir merata di seluruh kecamatan.[butuh rujukan]
Jenis tanah yang terdapat di Kabupaten Sanggau adalah jenis tanah podsolik merah kuning batuan dan padat yang hampir di seluruh kecamatan dengan luas mencapai sekitar 576,910 ha.
Geologi
Formasi geologi antara lainj adalah Formasi kwartir, Kapur, Trias, Pistosen, Instruksif dan Plutonik Basa menengah, Intruksif Plutonik Asam, Seksi Hablur Intruksif dan Plutonik Lapisan Batu dan Permo Karbon.[butuh rujukan]
Pemerintahan
Kepala daerah
Yohanes Ontot dan Susana Herpena menjabat sebagai bupati dan wakil bupati Sanggau untuk periode 2025-2030. Mereka menang pada pemilu bupati Sanggau 2024. Yohanes dan Susana dilantik oleh Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, pada 20 Februari 2025 di Istana Negara Jakarta.[9]
| No. | Bupati | Mulai menjabat | Akhir menjabat | Wakil Bupati | ||
|---|---|---|---|---|---|---|
| 17 | Yohanes Ontot | 20 Februari 2025 | Petahana | Susana Herpena | ||
Dewan Perwakilan
Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Sanggau dalam tiga periode terakhir.
| Partai Politik | Jumlah Kursi dalam Periode | |||
|---|---|---|---|---|
| 2014–2019[10] | 2019–2024[11] | 2024–2029[12] | ||
| PKB | 3 | |||
| Gerindra | 5 | |||
| PDI-P | 7 | |||
| Golkar | 5 | |||
| NasDem | 4 | |||
| PKS | 0 | |||
| Hanura | 5 | |||
| PAN | 3 | |||
| Demokrat | 5 | |||
| PSI | (baru) 1 | |||
| Perindo | (baru) 2 | |||
| PPP | 1 | |||
| PKPI | 2 | |||
| Jumlah Anggota | 40 | |||
| Jumlah Partai | 10 | |||
Wilayah administratif
Kabupaten Sanggau terdiri dari 15 kecamatan, 6 kelurahan, dan 163 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 482.500 jiwa dengan luas wilayah 12.857,80 km² dan sebaran penduduk 38 jiwa/km².[13][14]
Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Sanggau, adalah sebagai berikut:
| Kode Kemendagri | Kecamatan | Jumlah Kelurahan | Jumlah Desa |
Status | Daftar Desa/Kelurahan |
|---|---|---|---|---|---|
| 61.03.12 | Balai | 12 | Desa | ||
| 61.03.06 | Beduai | 5 | Desa | ||
| 61.03.05 | Bonti | 9 | Desa | ||
| 61.03.21 | Entikong | 5 | Desa | ||
| 61.03.04 | Jangkang | 11 | Desa | ||
| 61.03.01 | Kapuas | 6 | 20 | Desa | |
| Kelurahan | |||||
| 61.03.08 | Kembayan | 11 | Desa | ||
| 61.03.14 | Meliau | 19 | Desa | ||
| 61.03.02 | Mukok | 9 | Desa | ||
| 61.03.03 | Noyan | 5 | Desa | ||
| 61.03.09 | Parindu | 14 | Desa | ||
| 61.03.07 | Sekayam | 10 | Desa | ||
| 61.03.11 | Tayan Hilir | 15 | Desa | ||
| 61.03.10 | Tayan Hulu | 11 | Desa | ||
| 61.03.13 | Toba | 7 | Desa | ||
| TOTAL | 6 | 163 |
Demografi
Suku Bangsa

Suku bangsa yang ada di Kabupaten Sanggau adalah:[butuh rujukan]
- Suku Dayak Pompakng di Kec. Kapuas
- Suku Dayak Jangkang di Kec. Jangkang, dan Mukok
- Suku Dayak Bidayuh di Kecamatan Noyan, Sekayam, Kembayan, dan Beduai
- Suku Dayak Kerambay di sebagian Kecamatan Sekayam dan Entikong
- Suku Dayak Mali di Kecamatan Balai, Tayan Hulu, Tayan Hilir, Meliau
- Suku Dayak Tobak di Toba dan Tayan Hilir.
- Suku Dayak Banyuke di Kecamatan Tayan Hulu.
- Suku Dayak Desa di Kecamatan Toba
- Suku Dayak Pandu di sebagian Kecamatan Parindu
- Suku Dayak Ribun di sebagian Kecamatan Parindu, Tayan Hulu, Tayan Hilir, Bonti, Kembayan, dan Meliau
- Suku Dayak Iban di sebagian besar wilayah perbatasan dengan Negara Bagian Serawak, Malaysia
- Suku Melayu yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Sanggau, terutama di daerah pesisir sungai besar di Kabupaten Sanggau. Terbagi menjadi dua subetnis yang berbeda bahasa. Etnis Melayu Sanggau tersebar di Kecamatan Kapuas, Mukok, Jangkang, Bonti, Kembayan, Beduai, Sekayam, dan Entikong, sedangkan etnis Melayu Tayan tersebar di Kecamatan Tayan, Meliau, Toba, Balai, dan Tayan Hulu.[butuh rujukan]
Selain suku-suku setempat terdapat pula suku-suku lain yang merupakan pendatang, seperti suku Jawa, Tionghoa, Sunda, Batak, Minang, Bugis, Madura, Toraja, Bima, Flores.[butuh rujukan]
Jumlah penduduk
Jumlah penduduk di Kabupaten Sanggau pada 2010 tercatat sebanyak 407.989 jiwa terdiri atas 211.304 Laki-laki dan 196.685 Perempuan dengan laju Pertumbuhan sebesar 1,63 % per tahun. Jumlah penduduk terbesar terdapat di Kecamatan Kapuas dengan jumlah penduduk sebanyak 78.702 jiwa sedangkan jumlah penduduk yang terkecil terdapat di Kecamatan Noyan dengan jumlah penduduk sebanyak 9.872 jiwa.[butuh rujukan]
Jumlah Penduduk Berdasarkan Administrasi Kependudukan Menurut Jenis Kelamin dan Sex Rasio Kab. Sanggau
| No. | Kecamatan | Jenis Kelamin | Sex Rasio | ||
| Laki-Laki | Perempuan | Jumlah | |||
| 1 | T o b a | 6.597 | 5.890 | 12.487 | 112 |
| 2 | M e l i a u | 25.458 | 23.020 | 48.478 | 111 |
| 3 | Kapuas | 42.396 | 41.873 | 84.269 | 101 |
| 4 | M u k o k | 9.869 | 9.335 | 19.204 | 106 |
| 5 | Jangkang | 14.914 | 13.313 | 28.227 | 112 |
| 6 | B o n t i | 11.285 | 10.404 | 21.689 | 108 |
| 7 | Parindu | 18.755 | 17.558 | 36.313 | 107 |
| 8 | Tayan Hilir | 17.048 | 15.625 | 32.673 | 109 |
| 9 | B a l a i | 12.113 | 11.094 | 23.207 | 109 |
| 10 | Tayan Hulu | 17.904 | 16.489 | 34.393 | 109 |
| 11 | Kembayan | 14.119 | 13.266 | 27.385 | 106 |
| 12 | Beduwai | 5.772 | 5.400 | 11.172 | 107 |
| 13 | N o y a n | 5.446 | 4.834 | 10.280 | 113 |
| 14 | Sekayam | 17.054 | 15.511 | 32.565 | 110 |
| 15 | Entikong | 8.776 | 7.876 | 16.652 | 111 |
| Jumlah | 227.506 | 211.488 | 438.994 | 1.631 | |
Kepadatan penduduk
Kepadatan penduduk Kabupaten Sanggau rata-rata 32 jiwa per km2, dengan jumlah kepadatan penduduk terbesar adalah Kecamatan Kapuas yakni 57 jiwa per km2 dan paling jarang penduduknya adalah kecamatan Toba sebesar 11 jiwa per km2. Masalah pokok dalam bidang kependudukan antara lain adalah jumlah penduduk yang besar, tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi, penyebaran penduduk yang belum merata, komposisi penduduk yang tidak seimbang serta arus urbanisasi dari desa ke kota. [butuh rujukan]
Agama di kabupaten Sanggau (2010)
Agama
Pada 2010, Badan Pusat Statistik mencatat bahwa terdapat 200.798 umat Katolik (49.16%), 135.394 Muslim (33.15%), 65.105 adalah umat Protestan (15.94%), 3.168 adalah umat Buddha (0.78%), 479 adalah umat Konghucu (0.12%), 167 adalah umat Hindu (0.04%) dan selebihnya memilih lainnya dan tidak menjawab.[butuh rujukan]
Pariwisata
Rumah Kuta
Rumah Kuta merupakan bangunan Istana Kerajaan Sanggau pada zaman dahulu, yang berada di Kelurahan Ilir Kota, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau. Bangunan ini dibangun oleh Sultan Zainudin dari Dinasti Surya Negara pada masa perpindahan pusat ibu kota kerajaan dari Mengkiang ke Kampong Kantu'. Saat ini, Rumah kuta dijadikan sebagai pusat Kebudayaan Melayu Sanggau dan kediaman resmi Sri Paduka Yang Mulia Raja Sanggau Surya Negara.[butuh rujukan]
Bangunan yang sudah berumur empat ratus tahun lebih ini sudah mengalami renovasi, namun tidak mengurangi bentuk asli dari bangunan lamanya. Sampai saat ini Istana Surya Negara masih terpelihara dengan baik. Bangunan yang memiliki luas ± 1000 m2 ini memiliki lima belas ruang, yaitu ruang tamu, ruangan dengan singasana bernuansa emas yang digunakan sebagai ruang musyawarah dan pemberian titah.[butuh rujukan]
Pancur Aji
Pancur Aji merupakan salah satu objek wisata alam yang terdapat di Kabupaten Sanggau, yang terletak kurang lebih 4 km dari kota Sanggau. Lokasi ini dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua atau roda empat. Konon, lokasi ini merupakan persembunyian Bujang Melaka membentengi diri dari kejaran musuh.[butuh rujukan]
Arung jeram
Kabupaten Sanggau memiliki lokasi arum jeram yang terletak Entikong di Kecamatan antara Suruh Tembawang ke kota Entikong Kecamatan Entikong, kurang lebih 115 Km dari kota Sanggau. Arung jeram Suruh tembawang memiliki 20 riam yang terjal dengan waktu tempuh dari Entikong ke Suruh Tembawang 5 sampai 12 jam tergantung kondisi air, serta memiliki tikungan sungai yang sempit.[butuh rujukan]
Sipatn Lotup (air panas)
Objek wisata sumber air panas ini terletak di kampung Peruntan, Desa Sape, Kecamatan Jangkang yang dapat dikunjungi melalui jalan darat dari Kecamatan Kembayan menuju Jangkang atau dari kota Sanggau melalui Kecamatan Mukok selanjutnya menuju lokasi air panas tersebut dengan jarak tempuh kurang lebih 70 km dari kota Sanggau.[butuh rujukan]
Sumber air panas ini oleh penduduk setempat dinamakan Sipatn Lotup yang artinya air mendidih. Keunikan sumber air panas Sipatn Lotup ini berasal dari mata air yang di panaskan oleh panas bumi dengan temperatur 52 - 550C.[butuh rujukan]
Gunung Tiong Kandang
Gunung Tiong Kandang merupakan salah satu objek wisata alam dan kawasan hutan lindung yang terletak di Dusun Mangkit dan Dusun Mak Ijing dengan jarak 83 km dari kota Sanggau, dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua atau roda empat melalui Dusun Mangkit dengan jarak 2,5 km sampai di Pedagi, atau melalui Dusun Mak Ijing dengan jarak 2,8 km sampai ke pedagi. Di tengah-tengah gunung Tiong Kandang, sebuah batu dengan ketinggian 160 cm berbentuk pintu masuk oleh masyarakat menuju puncak gunung, sedangkan kiri kanan batu terdapat jurang yang sangat dalam.[butuh rujukan]
Objek wisata gunung Tiong Kandang terdapat lokasi air terjun yaitu air terjun Kajang memiliki tiga tingkatan yang terletak di sebelah utara Dusun mangkit dan Air terjun Nosok dengan ketinggian 6 m di sebelah selatan Dusun mangkit, serta terdapat batu berbentuk kulintang serta batu pengasih di puncak gunung Tiong Kandang.[butuh rujukan]
Jembatan Tayan

Jembatan Tayan yang terletak di Kabupaten Sanggau terbagi menjadi dua bagian. Panjang totalnya adalah 1.480 m dengan jalan penghubung sepanjang 3,7 km yang terbagi menjadi 3 bagian. Lebar Jembatan Tayan adalah 11,5 m yang digunakan untuk dua jalur dan dua lajur.[15] Jembatan Tayan melintang di Sungai Kapuas dan melewati Pulau Tayan, di Kecamatan Tayan Hilir.[butuh rujukan]
Riam Odong
Riam Odong merupakan salah satu objek wisata air terjun yang terletak di Dusun Engkolai, Kecamatan Jangkang, Kabupaten Sanggau.[butuh rujukan]
Kuliner Tradisional
- Sungkui, merupakan kuliner khas masyarakat Melayu Sanggau dan menjadi identitas utama Sanggau yang pembuatannya menggunakan beras yang dibungkus dengan daun dan dimasak secara khas. Sungkui biasanya disajikan dengan Opor ayam dan sambal nenas. Penganan tradisional ini biasa disajikan saat hari raya idulfitri dan pada acara adat Melayu lainnya.[butuh rujukan]
- Ajan merupakan kuliner tradisional yang terbuat dari beras ketan dimasak dalam seruas bambu. Ajan pada dasarnya merupakan makanan khas Melayu tetapi lambat lain diserap oleh masyarakat lainnya. Makanan ini biasanya disajikan saat hari raya idulfitri dan pesta Gawai.[butuh rujukan]
- Boramp/beram) minuman tradisional masyarakat Dayak yang terbuat dari beras ketan yang difermentasi sampai menjadi air. Beram merupakan minuman yang mengandung alkohol.[butuh rujukan]
- Pansuh (bahasa Melayu Sanggau)/ Ponsouh (bahasa Dayak Bokidoh) merupakan masakan tradisional asli Sanggau yang biasanya terbuat dari daging ayam, ikan, dll yang dimasak di dalam seruas bambu.[butuh rujukan]
- Tempoyak atau disebut juga tempuyak/empuyak (bahasa Melayu Sanggau)/tompek (bahasa Dayak Jangkang) merupakan penganan tradisional yang berbahan dasar durian yang di fermentasi.[butuh rujukan]
- Jorok (Bahasa Melayu Sanggau), yaitu sayur-sayuran yang difermentasi sehingga menghasilkan cita rasa keasaman. Umumnya sayuran yang difermentasi yaitu daun ubi dan sawi.[butuh rujukan]
- Rusip olahan fermentasi ikan oleh masyarakat Melayu Sanggau[butuh rujukan]
- Lempok durian, merupakan panganan dodol khas Melayu Sanggau yang berbahan dasar durian. Biasanya mudah di jumpai saat musim durian.
- Keturi piring, olahan khas ikan Keturi yang dijemur melingkar mengikuti piring khas masyarakat Melayu Sanggau khususnya Balai Sebut.[butuh rujukan]
- Ikan Salai, merupakan ikan yang diawetkan menggunakan asap. Umumnya dibuat oleh masyarakat Balai sebut, Kec. Jangkang[butuh rujukan]
- Pekasam/Jikot (bahasa Dayak pandu), yaitu daging yang difermentasi sehingga menghasilkan citarasa keasaman biasanya dibuat dari bahan daging ikan.[butuh rujukan]
Ekonomi
Ekonomi Sanggau ditopang oleh dua komoditas utama,yakni karet dan sawit.[butuh rujukan]
Transportasi
Sebagian besar transportasi di Kabupaten Sanggau masih mengandalkan transportasi sungai seperti sampan, speedboat dan lain-lain. Daerah ini juga masih mengandalkan transportasi umum seperti bus, angkutan dalam kota dan lain-lain.[butuh rujukan]
Pendidikan
Tersedia lebih dari 670 fasilitas sekolah di Kabupaten Sanggau.[16] Mulai dari Taman Kanak-kanak, Rumah Anak, Sekolah Dasar baik swasta maupun negeri, Sekolah Menengah Pertama baik swasta maupun negeri, Sekolah Menengah Atas baik swasta maupun negeri, Sekolah Menengah Kejuruan baik swasta maupun negeri Serta Sekolah Dasar Luar Biasa, seperti di bawah ini:
| Nomor | Jenis Sekolah | Jumlah | |
|---|---|---|---|
| 1 | Taman Kanak-kanak | 35 Sekolah | |
| 2 | Rumah Anak | 2 Sekolah | |
| 3 | Sekolah Dasar | Luar Biasa | 2 Sekolah |
| 4 | Negeri | 476 Sekolah | |
| 5 | Swasta | 12 Sekolah | |
| 6 | Sekolah Menengah Pertama | Negeri | 48 Sekolah |
| 7 | Swasta | 44 Sekolah | |
| 8 | Sekolah Menengah Atas | Negeri | 14 Sekolah |
| 9 | Swasta | 19 Sekolah | |
| 10 | Sekolah Menengah Kejuruan | 14 Sekolah | |
Referensi
- ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-10-11. Diakses tanggal 2015-10-07.
- ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2021-04-20. Diakses tanggal 2020-11-27.
- 1 2 3 "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2023" (Visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 12 Januari 2025.
- ↑ "Metode Baru Indeks Pembangunan 2022-2023". www.bps.go.id. Diakses tanggal 24 November 2023.
- ↑ "Kabupaten Sanggau Dalam Angka 2021" (pdf). www.sanggaukab.bps.go.id. hlm. 8, 84, 189. Diakses tanggal 16 April 2021.
- ↑ Hindia Belanda (1965). Bandjermasin (Sultanate), Surat-surat perdjandjian antara Kesultanan Bandjarmasin dengan pemerintahan2 V.O.C.: Bataafse Republik, Inggeris dan Hindia Belanda 1635-1860 (PDF). Arsip Nasional Republik Indonesia, Kompartimen Perhubungan dengan Rakjat. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2021-08-31. Diakses tanggal 2020-08-11.
- ↑ Tijdschrift voor Nederlandsch-Indië (1861). "Tijdschrift voor Nederlandsch-Indië". 23 (1–2): 218. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-03-09. Diakses tanggal 2011-04-26. ;
- ↑ Staatsblad van Nederlandisch Indië,voor het jaar 1849. Gouverneur-Generaal van Nederlandsch-Indie. 27 Agustus 1849. hlm. 2. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-03-09. Diakses tanggal 2020-08-11. ; Pemeliharaan CS1: Tanggal dan tahun (link)
- ↑ "Bupati dan Wakil Bupati Sanggau Periode 2025-2030 Dilantik di Istana Negara". Diakses tanggal 24 November 2023.
- ↑ Perolehan Kursi DPRD Sanggau 2014-2019
- ↑ "Perolehan Kursi DPRD Sanggau 2019-2024". Diarsipkan dari asli tanggal 2021-03-13. Diakses tanggal 2020-05-24.
- ↑ https://dprd.sanggau.go.id/arsip/5358.
- ↑ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019.
- ↑ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020.
- ↑ Novrianto, R., dan Waluyo, D., ed. (April 2016). Membangun Infrastruktur dari Pinggiran: Rahasia Satu Tahun Membangun Infrastruktur Indonesia (PDF). Pustaka Spirit. hlm. 54. ISBN 978-602-1118-66-5. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2023-05-25. Diakses tanggal 2023-05-25. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: editors list (link)
- ↑ Data SIMNUPTK LPMP Kalbar tahun 2009
Pranala luar
- (Indonesia) Situs web resmi kabupaten Sanggau
- (Indonesia)
- (Indonesia) Diarsipkan 2021-04-17 di Wayback Machine.
| Kecamatan | ||
|---|---|---|
| ||
| Kabupaten | ||
| Kota | ||
| Topik | ||
| Internasional | |
|---|---|
| Nasional | |
| Lain-lain | |
