San Leandro merupakan salah satu dari sejumlah kota pinggiran yang dibangun pada era pasca-Perang Dunia II di California yang memiliki aturan melarang pemilik properti di kota tersebut untuk menjual properti kepada orang Afrika-Amerika dan minoritas lainnya. Sebagai hasil dari peraturan tersebut, pada tahun 1960, kota ini hampir seluruhnya berkulit putih (99,3%), sedangkan kota tetangganya, Oakland, memiliki populasi Afrika-Amerika yang besar.[2]Mahkamah Agung Amerika Serikat, dalam perkara Shelley v. Kraemer, kemudian menyatakan peraturan tersebut tidak dapat dilaksanakan oleh negara. San Leandro memiliki 86,4% komunitas kulit putih non-Hispanik menurut sensus tahun 1970.[2] Demografi kota ini mulai terdiversifikasi pada tahun 1980-an.[3] Pada tahun 2010, orang Amerika keturunan Asia telah menjadi populasi yang semakin banyak di San Leandro, dengan sekitar sepertiga dari populasi, dengan orang kulit putih non-Hispanik berjumlah 27,1% dari populasi.[4]
12Suburban Wall, documentary, 1971; Invisible Wall, documentary, 1981; "Not a Genuine Black Man: Or How I Claimed My Piece of Ground in the Lily-White Suburbs" Brian Copeland, 2006