Di Kecamatan Samudera terdapat objek cagar budaya peninggalan Kerajaan Samudera Pasai berupa komplek makam yang meliputi:
Komplek Makam Sultan Malikussaleh dan Sultan Malikul Dhahir di Beuringen, Kecamatan Samudera;
Komplek Makam Sultanah Nahrisyah di Kuta Krueng, Kecamatan Samudera;
Komplek Makam Sidi Abdullah Tajul Nilah di Kuta Krueng, Kecamatan Samudera;
Komplek Makam Tgk. DiMeurandeh di Kuta Krueng Kecamatan Samudera;
Komplek Makam Tgk Batee Balee di Meucat Kecamatan Samudera;
Komplek Makam Tgk. Tajut Muluk di Kuta Krueng Kecamatan Samudera;
Komplek Makam Raja Kanayan di Meunasah Ujong Kecamatan Samudera;
Komplek Makam Khoja Tajuddin di Kuta Krueng Kecamatan Samudera;
Komplek Makam Tgk. Dikuli di Lancang Kecamatan samudera;
Komplek Makam Tgk. Peut Ploh Peut dan Putri Abbasyiah di Beuringen Kecamatan Samudera;
Komplek Makam Naina Husam Al-Din di Meunasah Pie Kecamatan Samudera;
Komplek Makam Maulana Abdurrahman A1- Fasi di Mancang Kecamatan Samudera;
Komplek Makam Said Syarief di Mancang Samudera;
Komplek Makam Tgk. Syarief (Raja lftan) di Kuta Krueng Kecamatan Samudera;
Komplek Makam Perdana Menteri Yakob di Blang Pria Kecamatan Samudera;
Komplek Makam Wazir Al Afdal di Teupin Ara Kecamatan samudera;
Komplek Makam Syarifah Binti said Ai Muhammad dari Isfahany di Ujong Kecamatan Samudera;
Museum dan monumen
Di Kecamatan Samudera terdapat sebuah museum bernama Museum Islam Samudra Pasai.[1] Lokasinya di Gampong Beuringen.[2] Selain itu, di Kecamatan Samudera terdapat sebuah monumen bernama Monumen Islam Samudera Pasai.[3] Monumen ini juga terletak di Gampong Beuringen.[4]