Sampung adalah kecamatan di Kabupaten Ponorogo yang terletak di ujung barat laut, berbatasan dengan Magetan di utara dan Provinsi Jawa Tengah di barat. Sampung berada di kawasan perbukitan yang kaya akan batu kapur atau gamping yang disebut Gunung Gamping. Penambang dan pengolah gamping di Sampung adalah masyarakat sekitar yang menggunakan teknik tradisional dan merupakan mitra dari Perusahaan Daerah (PD) Sari Gunung.[1][2]
Sampung juga memiliki tempat wisata terkenal seperti Bukit Cumbri, Gua Lowo, dan Monumen Reog Ponorogo. Bukit Cumbri adalah sebuah bukit di perbatasan Wonogiri yang populer untuk pendaki pemula dan mudah diakses dari Desa Pagerukir.[3] Gua Lowo adalah gua tersembunyi dan terkenal karena terdapat banyak peninggalan manusia purba. Ilmuwan menyebutnya "Sampung Bone Culture" karena kebudayaan purbakala disini menggunakan perkakas tulang dan batu.[4] Selanjutnya, terdapat megaproyek Monumen Reog Ponorogo setinggi 126 m (lebih tinggi dari Garuda Wisnu Kencana) sebagai ikon baru Ponorogo yang akan selesai dalam waktu dekat.[5]
Geografi
Lokasi Sampung
Sampung adalah kecamatan di Ponorogo yang terletak di ujung barat laut. Geografi Sampung beraneka ragam, bagian selatan Sampung berupa dataran rendah yang banyak persawahan, sedangkan bagian tengah dan utara lebih tandus sehingga banyak ditanami pohon jati. Bagian tengah Sampung berupa perbukitan yang terdapat kampung terisolir seperti Desa Pagerukir dan Dukuh Sodong. Bukit terkenal di kawasan ini antara lain Bukit Cumbri di perbatasan Wonogiri yang merupakan objek wisata pendakian populer dan Gunung Gamping yang terkenal dengan penambangan batu kapur atau gamping. Di atas Gunung Gamping ini ada megaproyek Monumen Reog Ponorogo setinggi 126 m yang akan menjadi ikon baru Ponorogo.
Tambang batu kapur di Gunung Gamping Sampung menjadi mata pencaharian utama bagi banyak warga di Sampung dan sekitarnya. Penambangan dilakukan secara tradisional dengan alat sederhana seperti linggis. Penambang juga harus berhati-hati karena adanya ancaman longsor dan runtuhan batu. Batuan kapur yang didapat kemudian diangkut menggunakan truk ke tempat pengolahan. Pengolahan dilakukan dengan cara pembakaran hingga menjadi gamping yang siap digunakan sebagai bahan baku semen.[1] Pengolahan dilakukan secara tradisional menggunakan tungku bernama "cubluk" dan bahan bakarnya memakai kayu yang didapatkan dari hutan sekitar. Penambangan di Sampung sudah ada sejak zaman kolonial dibuktikan dengan adanya cerobong asap bekas pabrik yang sekarang ada di tepi jalan Desa Sampung.[7]
Pemerintah Kabupaten Ponorogo juga memiliki Perusahaan Daerah (PD) Sari Gunung yang bergerak di bidang pertambangan gamping di wilayah ini. Awalnya perusahaan ini merupakan patungan dengan pihak swasta tetapi sekarang sudah menjadi sepenuhnya milik pemerintah daerah. Pemerintah lewat perusahaan ini berusaha melakukan modernisasi tambang seperti penggunaan alat berat dan pendirian pabrik gamping, tetapi banyak warga yang menolak karena mengancam penambangan tradisional.[8] Dalam beberapa tahun terakhir, juga terdapat larangan menambang di kawasan tertentu akibat proyek pembangunan Monumen Reog di Gunung Gamping sehingga banyak penambang yang kehilangan pekerjaan. Pemerintah memberikan solusi dengan memindahkan mereka ke lokasi lain.[9]
Daftar desa dan dusun
Kecamatan Sampung terdiri dari 12 desa yang terbagi menjadi beberapa dusun / dukuh / lingkungan. Ringinputih merupakan desa termuda yang dimekarkan dari Desa Carangrejo pada tahun 2011. Desa dan dukuh di Sampung yakni sebagai berikut:[6]