Sampah Kertas merupakan salah satu jenis limbah padat yang paling sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Kertas digunakan secara luas untuk berbagai keperluan, mulai dari media tulis, kemasan, hingga bahan cetak. Namun, tingginya konsumsi kertas berdampak pada meningkatnya volume sampah yang dihasilkan. Menurut berbagai penelitian, sampah kertas menyumbang persentase cukup besar dari total timbunan sampah di perkotaan. Jika tidak dikelola dengan baik, sampah kertas dapat menambah beban tempat pembuangan akhir (TPA) dan mengurangi daya tampung lahan.[1][2]
Secara alami, kertas terbuat dari serat selulosa yang berasal dari kayu atau tumbuhan lain. Karena itu, sampah kertas sebenarnya tergolong mudah terurai secara biologis. Namun, permasalahan muncul ketika kertas dicampur dengan bahan kimia tambahan seperti tinta, pewarna, atau pelapis plastik. Hal tersebut membuat kertas lebih sulit diuraikan serta dapat mencemari lingkungan. Oleh sebab itu, pengelolaan sampah kertas perlu memperhatikan pemilahan sejak awal, yakni memisahkan kertas yang masih dapat didaur ulang dengan yang sudah tercampur bahan non-organik.[3]
Daur ulang kertas menjadi salah satu solusi utama dalam mengurangi timbunan sampah sekaligus menekan penebangan pohon. Melalui proses daur ulang, kertas bekas dapat diproses kembali menjadi produk baru seperti tisu, karton, kertas koran, atau kertas daur ulang. Hal ini tidak hanya menghemat sumber daya alam, tetapi juga mengurangi energi dan air yang dibutuhkan dalam proses produksi kertas baru.[3]
Selain daur ulang, masyarakat dapat melakukan upaya lain seperti mengurangi penggunaan kertas sekali pakai, menggunakan kedua sisi kertas untuk menulis atau mencetak, serta memanfaatkan kembali kertas bekas untuk kebutuhan sehari-hari. Penerapan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) sangat relevan dalam pengelolaan sampah kertas.[4]
Kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah kertas menjadi kunci utama. Dengan meminimalkan penggunaan kertas berlebih dan meningkatkan kebiasaan mendaur ulang, dampak negatif terhadap lingkungan dapat ditekan. Oleh karena itu, sampah kertas bukan sekadar limbah, melainkan sumber daya yang masih memiliki nilai guna apabila dikelola secara bijak.[2]
12Defitri, Mita (2022-08-02). "Kenali Bahaya Sampah Kertas bagi Lingkungan". Artikel dan berita pengelolaan sampah dari Waste4Change (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-09-29.