Penduduk di nagari ini jika makan sangat mementingkan adanya samba lado (sambal) karena suhu di tempat ini sangat dingin. Karena kebiasaan ini, penduduk di nagari-nagari sekitarnya menamakan masyarakat Sungai Jambu dengan sebutan "Sungai Jambu Gadang Lado" (Sungai Jambu besar sambal).[butuh rujukan]
Masyarakat Nagari Sungai Jambu sangat pandai membuat berbagai jenis samba lado, dan salah satunya adalah samba lado tanak. Samba lado tanak diolah dari bahan-bahan cabe yang sudah digiling, santan kelapa yang sudah dimasak, ikan teri, petai, ditambah rempah-rempah lainnya, kemudian semua bahan-bahan tersebut dimasak dalam kuali dengan api dari bahan bakar kayu. Hasil akhirnya mirip kalio tetapi dengan rasa yang lebih pedas dan warna minyaknya yang kemerahan.[butuh rujukan]